Pantai Batu Karas Pangandaran, Objek Wisata yang Sudah Diakui Dunia

Pantai Batu Karas Pangandaran
Blok Legok Pari yang dijadikan area berenang wisatawan di Pantai Batu Karas Pangandaran, Jawa Barat: Dokumentasi Asep Kartiwa

Pantai Batu Karas Pangandaran, Jawa Barat, kini semakin populer dan bahkan sudah mendunia. Hal itu setelah objek wisata pantai ini terus berbenah dan selalu menawarkan atraksi wisata baru bagi wisatawan.

Tidak hanya menawarkan keindahan pantai saja, tetapi berbagai atraksi wisata lengkap di objek wisata ini. Mulai dari surfing, berenang, hutan mangrove, restoran terapung, kafe, mancing, hotel, vila, home stay dan berbagai fasilitas wisata lainnya.

Pantai Batu Karas Pangandaran terletak di Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Pantai ini pun sudah tercatat di situs milik PBB atau insto.unwto.org sebagai salah satu objek wisata favorit di dunia.

Jarak dari Jakarta ke kawasan objek wisata Pantai Batu Karas ini kurang lebih sekitar 392 km ke arah tenggara. Sementara jarak dari Bandung ke Batu Karas sekitar 197 km ke arah tenggara.

Sedangkan jarak dari Pantai Pangandaran menuju Pantai Batu Karas hanya sekitar 34 km atau butuh waktu sekitar 30 menit dengan menggunakan kendaraan. Pantai Batu Karas pun berdekatan dengan Bandara Nusawiru Pangandaran.

Berita Terkait
Surfing di
Pantai Batukaras Pangandaran Diminati Turis Asing
Gelombang Laut
Batukaras Pangandaran Ideal Buat ‘Surfing’
Pantai Pangandaran “Surga” Komunitas Peselancar

Batu Karas Pantai Paling Aman

Tokoh Parawisata Pangandaran, Asep Kartiwa, mengungkapkan, alam di kawasan Pantai Batu Karas seakan memanjakan setiap wisatawan yang datang.

Selain tidak terlalu bising dari keramaian, di Batu Karas pun banyak terdapat atraksi wisata yang akan membuat wisatawan betah. “Atraksi wisata yang paling populer di Pantai Batu Karas Pangandaran adalah berenang dan surfing (berselancar),”

“Pantai Batu Karas merupakan salah satu spot surfing di Pangandaran yang menjadi favorit para peselancar lokal maupun asing,” ujar Asep.

Menurut Asep, di sepanjang Pantai Batu Karas dikenal aman dari resiko tenggelam atau terseret ombak. Selama pantai ini dibuka sebagai objek wisata, tidak pernah ada cerita wisatawan tenggelam atau terseret ombak.

Maka tak heran, banyak wisatawan lokal yang lebih memilih berenang di Pantai Batu karas saat mereka berwisata di Kabupaten Pangandaran.

“Pantainya landai karena terlahang oleh teluk. Itu sebabnya tidak pernah ada wisatawan yang tenggelam,” kata Asep.

“Saat terjadi bencana tsunami tahun 2016 pun tidak ada wisatawan yang menjadi korban. Semuanya selamat,” tambah Asep.

Pantai Batu Karas Pangandaran Cocok untuk Wisata Keluarga

Asep menjelaskan, Pantai Batu Karas Pangandaran sangat direkomendasikan untuk wisata keluarga. Selain tempat berenangnya aman, terutama untuk anak-anak, juga terdapat berbagai home stay yang cocok untuk rombongan keluarga.

Hotel dan penginapan juga sudah banyak hingga berjejer di Pantai Batu Karas Pangandaran. Namun, saat ini banyak rombongan wisatawan yang datang ke Batu Karas lebih memilih menginap di home stay.

“Karena home staynya keren-keren dan fasilitasnya pun hampir sama dengan hotel,” terang Asep.

Selain home stay, tambah Asep, juga terdapat restoran, rumah makan dan café yang menawarkan berbagai menu istimewa. Bagi yang hobi mancing juga bisa menyalurkan bakatnya di sini. Dengan menggunakan perahu nelayan, wisatawan bisa mancing ikan di laut.

Bagi wisatawan yang suka permainan, bisa mencoba atraksi wisata banana boot dengan berkeliling menantang ombak di laut Batukaras.

Bagi yang hobi surfing atau selancar juga tersedia. Malah wisatawan bisa menyewa papan selancarnya dan sekaligus dipandu oleh guidenya.

Di Batu Karas, wisatawan tidak hanya berwisata pantai saja, tetapi juga sekaligus bisa menikmati keindahan hutan mangrove sembari berfoto selfi.

Menurut Asep, didekat hutan mangrove terdapat muara Sungai Cijulang. Pemandangan alamnya sangat indah.

“Dari hutan mangrove, wisatawan bisa melihat pemandangan aliran air sungai di muara saat menyatu dengan air laut,” kata Asep.

Perahu Restoran Apung

Yang lebih menarik lagi di Sungai Cijulang, lanjut Asep, terdapat perahu yang dinamai Restoran Apung. Perahu ini berkapasitas 20 orang dengan memiliki pijakan dua lantai. Di lantai bawah khusus buat restoran.

Perahu atau Restoran Terapung di Sungai Cijulang Batu Karas. Foto: Istimewa

Sementara di lantai atas bisa digunakan untuk bersantai sembari berjemur matahari, photo-photo, atau menikmati keindahan sunset.

Permainan Loncat di Restoran Apung

Di perahu ini pun terdapat permainan loncat ke sebuah balon besar. Balon besar yang berada di belakang perahu digunakan sebagai pacuan loncat ke sungai.

Dalam permainan loncat ini, wisatawan harus menggunakan rompi pelampung. Setelah itu naik ke lantai dua perahu. Dari atas perahu kemudian menjatuhkan diri hingga akhirnya nyangkut di atas balon besar.

Setelah itu, harus ada orang yang kembali loncat ke balon besar. Ketika ada orang yang kedua loncat dan terjatuh ke balon besar, orang yang sebelumnya nyangkut langsung terlempar ke sungai.

Permainan ini sangat seru dan harus diikuti minimalnya tiga orang. Keseruan akan bertambah ketika orang yang mengikuti permainan ini selalu diselingi gelak tawa.

Ketika wisatawan berada di atas perahu, bisa sambil menikmati pemandangan hutan mangrove, keindahan muara dan nelayan menjala ikan. Rute perahu ini pun tidak jauh, hanya dari muara sampai sekitaran hutan mangrove.

Sementara itu, di objek wisata Pantai Batu Karas Pangandaran terdapat tiga blok pantai yang bisa dinikmati wisatawan. Disamping itu terdapat juga hutan mangrove, danau dan tempat wisata religi.

Tempat Wisata di Pantai Batu Karas Pangandaran

Blok Pantai Legok Pari

Pantai ini berlokasi di Dusun Batukaras, Desa Batukaras. Aktivitas wisata di blok pantai ini diantaranya surfing (selancar), berenang, banana boat, bugi board, photo selfi. Juga bisa digunakan lokasi camping.

Legok Pari Pantai Batu Karas Pangandaran
Suasana di Blok Legok Pari Pantai Batu Karas Pangandaran, Jawa Barat, saat ramai wisatawan: Foto: Dokumentasi Asep Kartiwa

Bagi yang hobi mancing di laut, baiknya datang ke sini. Di pantai ini terdapat sewa perahu dengan kapasitas 4 orang.

Harganya pun bisa nego dengan nelayan. Saat memancing wisatawan didampingi oleh nelayan pemilik perahu.Apabila ingin menggunakan perahu lebih besar juga bisa.

Di pantai ini terdapat perahu khusus untuk menangkap ikan dengan kapasitas 6 sampai 8 orang. Perahu besar ini dilengkapi dengan GPS dan memiliki panjang 12 meter serta lebar 6 meter. Peralatan perahunya pun canggih.

Di Batu Karas terdapat spot khusus wisata mancing. Maka jangan heran apabila banyak orang sengaja datang ke pantai ini hanya sekedar untuk memancing.

Peminat wisata mancing berdatangan dari berbagai daerah, mulai dari Tasikmalaya, Garut, Bandung, Jakarta, Semarang dan Surabaya.

Blok Pantai Batununggul

Pantai ini masih berlokasi di Dusun Batukaras, Desa Batukaras atau posisinya tidak jauh dari blok Pantai Legok Pari.

Namun, pantai ini tidak bisa digunakan untuk berenang. Wisatawan hanya bisa berfoto selfi, camping dan menikmati keindahan alam pantai.

Tapi, pantai ini sering digunakan surfing oleh peselancar professional. Karena ombak di pantai ini cukup liar dan tidak direkomendasikan buat peselancar pemula.

Blok Pantai Sangyangkalang

Blok pantai ini berlokasi di Dusun Sangyangkalang Desa Batukaras atau sedikit agak berjauhan dari blok pantai Legok Pari.

Di pantai ini wisatawan bisa beraktivitas surfing, berenang dan berfoto-foto. Wisatawan juga bisa menggelar camping dan melihat aktivitas nelayan sedang menjala ikan di tepi pantai.

Di sini wisatawan bisa langsung membeli ikan segar dari nelayan. Jika ingin melihat aktivitas nelayan menjala ikan di blok pantai ini, wisatawan harus datang pada sore hari atau sekitar pukul 15.00 WIB.

Di Pantai Sangyangkalang pun terdapat warung-warung dan rumah makan.

Kawasan yang dijadikan tempat nelayan di Pantai Batu Karas Pangandaran. Foto: Dokumentasi Asep Kartiwa

Hutan Mangrove Batu Karas

Lokasi Hutan Mangrove Batukaras berada di Dusun Sangyangkalang Desa Batukaras. Hutan Mangrove ini berada di sepanjang simpadan Sungai Cijulang atau posisinya bersebrangan dengan Bandara Nusawiru.

Berwisata di Hutan Mangrove wisatawan harus berjalan kaki dengan menyusuri sebuah jembatan kayu yang cukup panjang. Panjang trek jembatan ini sekitar 250 meter.

Hutan Mangrove Batu Karas. Foto: Istimewa

Setelah berjalan di atas jembatan sembari menikmati keindahan dan sejuknya hutan mangrove, nantinya akan berakhir di jembatan paling ujung. Lokasi itu berada di tengah Sungai Cijulang.

Di jembatan yang berada di tengah sungai itu, wisatawan bisa berfoto-foto dengan latar hutan mangrove.

Di lokasi itupun wisatawan bisa menikmati indahnya aliran sungai yang mengalir ke muara dan bercampur dengan air laut.

Berita Terkait
Hutan Mangrove Jadi Destinasi Wisata Baru di Pangandaran
Charli Setia Band Tanam Manggrove di Jembatan Cinta Pangandaran

Untuk menuju ke Hutan Mangrove, bisa di akses melalui jalan darat atau melalui jalan sungai dengan menggunakan perahu.

Di hutan ini terdapat berbagai jenis mangrove mulai dari jenis Avicenis Marina, Rizhophoraceae, Rhizophora Apiculata dan Nipah Palm.

Mangrove Nipah Palm ini sejenis pohon palm yang tumbuh di lingkungan hutan bakau atau di daerah pasang-surut dekat tepi laut.

Di Hutan Mangrove Batukaras juga wisatawan bisa ikut menanam pohon Mangrove, Caranya dengan memesan benih kepada pengelola. Kemudian pengelola akan menyiapkan sejumlah benih dan kapling untuk penanaman.

Situ Cisamping

Di kawasan objek wisata pantai Batu Karas juga terdapat sebuah danau kecil yang dinamai Situ Cisamping. Lokasi danau ini terdapat di Dusun Mandala Desa Batukaras. Ada sejumlah keunikan di danau tersebut.

Salah satu keunikannya yakni air danau Situ Cisamping tidak pernah surut meski kemarau panjang tengah melanda.

Lokasi Situ Cisamping yang berada di Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran. Foto: Dokumen HR

Pada tahun 2016 lalu Pemkab Pangandaran merevitalisasi kawasan danau ini untuk didesain menjadi kawasan objek wisata menarik.

Apabila wisatawan berkunjung ke danau ini, bisa melakukan aktivitas camping dan makan-makan bersama.

Selain itu, alam di sekitar kawasan danau ini pun memiliki keindahan yang luar biasa. Selain banyak pepohonan besar yang membuat teduh, juga suasana keindahan alamnya bisa menjadi obat melepas penat.

Makam Sembah Agung

Selain terdapat berbagai antraksi wisata, di kawasan Batu Karas juga terdapat sebuah situs yang dikeramatkan oleh warga setempat. Kawasan itu disebut Makam Sembah Agung.

Lokasinya berada di Dusun Mandala Desa Batukaras. Di area situs itu terdapat makam keramat, diantaranya makan Sembah Agung.

Selain itu, ada juga Makam Sembah Wangsa Manggala dan makam Sembah Tafsirudin di lokasi situs tersebut.

Ketiga tokoh itu merupakan seorang ulama besar dan berjasa dalam perjuangan serta penyebaran agama Islam di selatan jawa. Khususnya di wilayah Kabupaten Pangandaran.

Ketiga ulama itu berasal dari Cirebon dan Mataram. Kemudian saat berjuang menyebarkan syiar Islam di selatan jawa, mereka meninggal dunia dan dikebumikan di daerah Batukras.

Di bulan-bulan tertentu makam keramat ini banyak dikunjungi para peziarah dari berbagai kota. Karena ketokohannya dalam syiar Islam, kemudian ketiga makam tokoh ini oleh warga di sekitar Pantai Batu Karas Pangandaran dikeramatkan. (Bgj/R2/HR-Online)

Loading...