Poktan di Kota Banjar Operasikan Traktor R4

Salah satu kelompok tani (poktan) di Kota Banjar, saat mengoprasikan mesin Alsintan jenis traktor R4 di area persawahan Kelurahan/Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Foto: Muhlisin/HR.

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Kelompok tani (poktan) di Kota Banjar, mempraktekan cara mengoperasikan Alsintan jenis traktor R4 di areal persawahan Blok Panatasan, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, Kamis (25/07/2019).

Irwan Waluya, tim dari Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, mengatakan, praktek yang dilakukan poktan itu merupakan pelatihan lanjutan pengenalan Alsintan yang digelar Kementerian Pertanian melalui BBPP Lembang, dalam upaya meningkatkan keterampilan petani.

“Untuk lokasi praktek latihan nanti dibagi dua, ada yang di wilayah Kecamatan Pataruman dan di wilayah Kecamatan Langensari,” kata Irwan, kepada HR Online, saat ditemui di areal persawahan Blok Panatasan.

Berita Terkait:

Kementerian Pertanian Latih Poktan Kota Banjar Kelola Alsintan

Di tempat yang sama, Ziyah Farah Diba, perwakilan Politekhnik Pembangunan dan Pertanian (Polbangtan) Bogor, yang tengah praktek di Desa Langensari, Kecamatan Langensari, mendukung pelatihan pertanian yang digelar di Kota Banjar. Karena menurutnya, pelatihan tersebut bisa membantu kelompok tani dalam mengolah lahan pertaniannya.

Sementara itu, Nono Yuhno, anggota Poktan Mitrajaya, Kelurahan Purwaharja, Kecamatan Purwaharja, mengatakan, dalam pelatihan operasional mesin Alsintan memang diperlukan praktek langsung ke lapangan.

“Praktek langsung ke lapangan ini untuk mempermudah, karena alat pertanian jenis traktor R4 masih tergolong baru. Makanya saya praktek di sini biar tahu, dan sekarang udah bisa bawa sendiri. Kalau pemasangan alat masih belajar, alatnya juga kan masih baru,” ujar Nono.

Sedangkan, menurut Dede, anggota Poktan Sekarmukti, Desa Balokang, Kecamatan Banjar, bahwa alat pertanian modern seperti traktor R4 cocok jika digunakan di lahan persawahan tadah hujan.

“Ya, kalau di lahan sawah tadah hujan bagus, hanya saja kalau dipakai di area persawahan yang tanahnya lembek dan banyak air mungkin sedikit terkendala, karena rodanya itu kan berupa ban karet, jadi bisa nyelip masuk ke dalam lumpur,” katanya. (Muhlisin/R3/HR-Online)