Program Opop Dorong Pesantren Kota Banjar Lebih Mandiri

Program Opop
Seleksi dan Audisi para peserta dari berbagai pesantren dalam Program Opop. Foto: Istimewa

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Puluhan santri dari perwakilan berbagai Pondok Pesantren di Kota Banjar mengikuti seleksi dan audisi wirausaha santri dalam program One Pesantren One Product atau OPOP. Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jabar ini digelar di salah satu Aula hotel di Kota Banjar, Sabtu (27/7/2019).

Yayat Hidayat, Tim Pendamping Program Opop Dinas Koperasi Jabar, mengatakan, seleksi dan audisi ini dikhususkan para santri dengan tujuan menjaring dan mendorong potensi ekonomi yang ada di ponpes agar lebih mandiri.

“Saat ini sudah ada 25 pesantren dari Kota Banjar yang mendaftar. Jika lolos, nanti akan dilakukan pendampingan dan permodalan,” katanya kepada HR Online.

Di tempat yang sama, Indra Gunawan, Kepala Seksi Koperasi UKM Dinas Koperasi Jabar, mengatakan, Program Opop yang digulirkan provinsi titik beratnya pesantren yang tidak hanya sebagai  pusat pendidikan keagamaan saja, tapi para santri harus bisa terlibat langsung dalam kegiatan industri kreatif.

“Di antara karya usaha yang diprioritaskan, seperti bidang peternakan, olah makanan dan kerajinan,” singkatnya.

Aziz Rahman, perwakilan dari pondok pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo Kota Banjar menyambut baik adanya program ini dalam mendorong pesantren kreatif lebih mandiri.
“Bagus ini buat bekal santri nanti setelah mesantren, biar bisa mandiri nantinya,” ujarnya optimis lolos seleksi.

Senada juga dikatakan Agus Ahmad Fauzi, perwakilan dari Pesantren Al Hilal Kecamatan Langensari. Program Opop menjadi salah satu solusi untuk membangkitkan pesantren dari sisi ekonomi, terutama memotivasi para santri untuk bisa lebih mandiri.

“Seperti produk yang saya persentasikan di bidang fotografi dan videografi, saya melihat peluangnya sangat besar sekali ketika dikembangkang dengan baik. Selain bisa menjadi daya tawar untuk pesantren itu sendiri, secara nilai ekonomi bisnis jasa ini sangat menggiurkan. Semoga saja saya bisa lolos dan usaha yang sedang berjalan semakin berkembang,” kata Agus.

Ia menambahkan, program Opop ini diharapkan bisa memicu pesantren yang ada di Banjar lebih inovatif dan beragam dalam hal memunculkan produknya. Selain itu, pesantren yang tidak lolos juga diharapkan mendapatkan perhatian pendampingan agar produknya bisa dikembangkan. (Muhlisin/R6/HR-Online)

Loading...