Puluhan Tahun Terbengkalai, Warga Dua Desa di Ciamis Keruk Saluran Irigasi

Puluhan tahun saluran irigasi terbengkalai, warga Desa Karangkamulyan dan Bojongmengger, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, bergotong-royong mengeruk saluran irigasi BCPL 16/17, Minggu (28/07/2019). Photo : Jujang/HR.

Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Puluhan tahun saluran irigasi terbengkalai, warga Desa Karangkamulyan dan Bojongmengger, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, bergotong-royong mengeruk saluran irigasi BCPL 16/17, Minggu (28/07/2019).

Kepala Desa Karangkamulyan, M. Abdul Haris, mengatakan, kegiatan ini dilakukan dalam upaya membangkitkan semangat gotong-royong di dua desa. Setiap RW di Desa Karangkamulyan mengirimkan perwakilanya untuk mengikuti kerja bhakti tersebut.

“Dalam rangka memperingati HUT RI ke-74, kita laksanakan gotong-royong mengeruk saluran irigasi BCPL 16/17 yang sudah mengalami pendangkalan,” katanya, kepada HR Online.

Haris juga menjelaskan, saluran irigasi BCPL 16/17 berasal dari aliran Sungai Cileueur. Namun, sejak empat puluh tahunan tidak berfungsi dengan normal. Akibatnya para petani di Desa Bojongmengger maupun Karangkamulyan hanya bisa panen padi satu kali dalam setahun.

“Jika salurannya normal, sawah di wilayah Desa Karangkamulyan bisa panen tiga kali, kalau sekarang hanya satu kali saja dalam setahun,” ungkapnya.

Hal itu akibat pendangkalan saluran irigasi, pasokan air ke lahan persawahan di kedua desa tersebut menjadi tidak lancar. Terutama saat hujan datang, ada sebagian area yang kelebihan air hingga banjir, namun di sisi lain ada lahan yang tetap kering meski musim hujan tiba.

Karena posisi Desa Karangkamulyan berada di bagian hilir, jadi meski hujan turun deras pun para petani belum bisa menanam padi. Mereka bisa menanam padi jika musim hujan sudah berlangsung selama 4 bulan.

“Dari hasil gotong-royong ini, di wilayah Karangkamulyan sudah sekitar 200 meteran saluran irigasi yang dikeruk. Pengerukan ini akan terus dilakukan di sepanjang jalur irigasi BCPL 16/17, hingga saluran irigasi normal dan bisa mengairi lahan persawahan di Desa Karangkamulyan,” kata Haris.

Pihaknya berharap, Pemkab Ciamis atau Pemprov Jawa Barat membangun saluran irigasi secara permanen di wilayahnya agar tidak mudah terjadi pendangkalan.

Sementara itu, Kepala Desa Bojongmengger, Ajat Sudrajat, menyambut baik ide dilakukannya gerakan gotong-royong dari Kades Karangkamulyan. “Tentu kita akan saling dukung, jika saluran normal maka sangat bermanfaat bagi kedua desa,” ungkapnya.

Dalam kegiatan gotong-royong pengerukan saluran irigasi di Desa Karangkamulyan dan Bojongmengger, Kabupaten Ciamis itu melibatkan Babinsa Koramil Bojong dan Babinkamtibmas Polsek Cijeungjing. (Jujang/R3/HR-Online)