Ramai di Medsos SDN 2 Kalijati Pangandaran Belajar di Parkiran, Ini Faktanya

SDN 2 Kalijati
Kordinator Wilayah UPTD Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Sugiwan Winandar. Foto: Enceng/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- SDN 2 Kalijati Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat tengah disorot lantaran beredar status di Media Sosial bahwa murid-muridnya ada yang belajar di Parkiran.

Faktanya, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Kalijati, Desa Kalijati, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran ini memang kekurangan satu ruang belajar.

Koordinator Wilayah UPTD Kecamatan Sidamulih, Sugiwan Winandar mengatakan, SDN 2 Kalijati memiliki murid sebanyak 164 dengan jumlah ruang belajar sebanyak 5 kelas, padahal seharusnya dengan jumlah murid sebanyak itu kelas yang dibutuhkan berjumlah 6 ruangan.

“Dari lima ruang kelas tersebut, kondisi dua diantaranya lagi sedang direhab, jadi proses belajar mengajar terpaksa dilakukan di lahan parkir dan di bangunan Madrasah atau gedung Majlis Ta’lim,” ujar Sugiwan kepada HR Online, Rabu (17/7/2019).

Sebelum proses rehab dilakukan, proses belajar mengajar dilakukan di dalam ruangan sekolah. Namun karena ruangan kelasnya baru ada 5, maka 1 kelas lagi mempergunakan ruang perpustakaan yang dibangun tahun 2018.

“Dengan kurangnya 1 ruang belajar diharapkan tahun berikutnya sekolah mendapatkan bantuan, jadi tidak ada lagi murid yang belajar di ruang perpustakaan,” paparnya.

Lebih lanjut Sugiwan menegaskan bahwa proses belajar mengajar yang dilakukan di parkiran itu hanya sementara, menunggu selesai rehab.

“Jadi sampai selesai rehab maka kegiatan belajar mengajar akan dilakukan di parkiran, namun ketika sudah selesai dipindah ke ruang kelas,” katanya.

Walaupun begitu, kata Sugiwan, karena kapasitas murid seharusnya ditampung dalam 6 kelas, sementara ruang kelas apabila selesai direhab hanya ada 5, maka 1 kelas lagi tetap belajar di ruang perpustakaan sekolah.

“Karena itu harapannya untuk tahun depan sudah ada bantuan untuk membangun satu kelas yang kurang itu,” pungkasnya. (Enceng/R7/HR-Online)