Samsat Kota Banjar Pemudah Masyarakat Bayar Pajak Kendaraan

Samsat Kota Banjar
Sejumlah wajib pajak tengah mengantri di Kantor Samsat Banjar untuk membayar pajak kendaraan bermotornya. Photo : Sugeng/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Berbagai upaya dilakukan Samsat Kota Banjar untuk melayani sekaligus mempermudah masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotornya, yaitu dengan teknik jemput bola melalui program Samsat Keliling (Samling).

Kepala Seksi Pendapatan dan Penetapan Samsat Kota Banjar, Hari Gunaris, mengatakan, selain Samling, ada juga program Samsat Masuk Desa (Samades) yang saat ini tengah dirintis pihaknya.

“Samsat keliling yaitu mobil Samsat yang keliling menjemput wajib pajak ke setiap kecamatan. Sedangkan, untuk Samsat masuk desa, saat ini yang sudah terealisasi baru di Desa Karyamukti,” terangnya, saat ditemui Koran HR di kantornya, Selasa (02/07/2019).

Kemudian, lanjut Hari, ada juga E-Samsat, yang mana wajib pajak bisa membayar pajak kendaraannya melalui bank, dengan catatan nama pemilik kendaraan harus sama antara nama di rekening dan nama di STNK.

Dia menyebutkan, bank yang sudah dapat melayani E-Samsat meliputi BRI, BNI, dan BJB.  Selanjutnya, ada Tabungan E-Samsat, yakni tabungan khusus untuk pembayaran pajak.

Upaya jemput bola adalah salah satu akses untuk memudahkan masyarakat dalam membayar pajak kendaraannya, dan memakai istilah-istilah untuk memudahkan masyarakat mengingatnya. Hal itu juga merupakan program dalam upaya menaikan angka pendapatan daerah.

“Target kita tahun 2019 ini sebesar Rp18.090.000.000. Per Juni 2019, angka pembayaran sudah mencapai Rp9.360.562.800. Itu bisa dikatakan sudah memenuhi target, bahkan lebih per tiga bulan ke-2 ini, karena target per tiga bulan itu 50 persen, dan ini sudah mencapai 51,85 persen,” jelasnya.

Menurut Hari, sebenarnya masyarakat Kota Banjar sudah sadar dan taat akan pajak, hanya saja wajib pajak belum membayar dikarenakan belum adanya uang. Hal itu dapat dilihat dari program terbaru yang diluncurkan pihaknya, yaitu penelusuran KTMDU (Kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang), di mana petugas secara langsung menelusuri dari rumah ke rumah.

“Faktor ekonomi yang membuatnya telat membayar pajak. Namun, kami mengimbau kepada masyarakat supaya mementingkan pembayaran pajak kendaraannya demi kemajuan pembangunan, khususnya pembangunan infrastuktur jalan di Kota Banjar,” pungkas Hari. (S. Pangestu/Koran HR)