Santri Baru Al Azhar Citangkolo Banjar Ikuti Posba & Makesta

Al Azhar Citangkolo Banjar
Pekan Orientasi Santri Baru (Posba) dan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) IPNU-IPPNU Kota Banjar di Ponpes Miftahul Huda Al Azhar. Foto: Istimewa.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Ratusan santri baru di Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Huda Al Azhar Citangkolo Banjar (PPMAC), mengikuti Pekan Orientasi Santri Baru (Posba) dan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) IPNU-IPPNU. Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari ini berlangsung di Aula Pesantren.

Ketua Santri PPPMAC, H. Ahmad Bananu Syafiq, melalui Ketua Panitia Pelaksana Posba, Irfan Hanani, mengatakan, kegiatan penerimaan santri melalui konsep penggabungan dengan penerimaan anggota baru (Makesta) IPNU-IPPNU tersebut merupakan yang pertama kalinya digelar.

“Biasanya santri baru di sini ketika awal masuk pesantren dikumpulkan di masjid untuk diarahkan oleh pengasuh, dan diberikan pengetahuan serta materi yang berkaitan dengan kepesantrenan. Namun, untuk kali ini berbeda, kegiatan seperti itu tetap ada, tapi kita tambahkan materi ke-NU-an,” jelas Irfan, kepada Koran HR, Selasa (02/07/2019).

Dengan berbagai macam pengetahuan yang didapat dari kegiatan ini, diharapkan bisa menjadi motivasi bagi santri baru untuk lebih giat lagi dalam mempelajari ilmu agama di pesantren.

“Yang mengisi materi dalam kegiatan ini semua pengasuh ponpes. Ada juga pengurus IPNU ataupun pemateri yang memang kompeten dalam bidangnya,” terang Irfan.

Ketua Panitia Posba, Sahrul Mubarok, mengatakan, jika dilihat dari daerah asalnya, santri baru yang sudah masuk ke Pesantren Al Azhar Citangkolo Banjar datang dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Riau, Lampung, Kalimantan, Sulawesi, NTT, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jakarta dan daerah lainnya.

“Alhamdulillah, sekarang sudah lebih dari 300 santri baru sudah masuk dan mengikuti kegiatan ini. Nanti menjelang masuk sekolah biasanya akan bertambah lagi,” terangnya.

Lebih lanjut Sahrul menjelaskan, kegiatan tersebut sengaja digelar, salah satunya untuk mengisi kekosongan di luar jadwal mengaji. Lantaran, santri baru belum sepenuhnya saling kenal satu sama lain dan belum mengetahui lingkungan sekitar, maka kegiatan tersebut menjadi medianya.

Menurut Sahrul, jika santri baru diberikan wawasan yang banyak saat pertama kali masuk, Insya Alloh akan diingat terus sama mereka. Pihaknya berharap santri baru ini selain nantinya menguasai bidang agama, mereka juga memiliki kemampuan yang sesuai dengan zaman.

Seperti halnya kemampuan menulis dan bidang literasi, bisa memberikan kesempatan para santri atau pelajar untuk menyalurkan buah pikir atau gagasannya ke berbagai media, baik media mainstream, media komunitas atau lainnya.

“Termasuk juga sebagai tambahan wawasan agar mereka tidak mudah menjadi generasi yang mudah tersulut karena berita hoaks,” tandas Sahrul. (Muhafid/Koran HR)