Soal Keluhan Masyarakat, DKUKMP Ciamis Awasi Agen Gas Elpiji

agen gas elpiji
Ilustrasi. Foto: Net/Ist

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan (DKUMKMP) Kabupaten Ciamis melakukan pengawasan terhadap sejumlah agen gas elpiji. Hal itu menyusul persoalan yang terjadi pada ampere regulator.

“Jadi memang ada beberapa keluhan dari masyarakat tentang masalah regulator. Ketika masang regulator pada gas, amperenya tidak full, itu kan jadi pertanyaan,”  kata Dini Kusliani, Kasi Distribusi Barang dan Perlindungan Konsumen (DBPK), DKUKMP Ciamis, Senin (08/07/2019). 

Dini mengatakan, pihaknya sudah mengunjungi sejumlah agen pangkalan gas untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat tersebut. Salah satunya agen pangkalan yang ada di daerah Panoongan, Kertasari, Kecamatan Ciamis.

“Jadi regulator tidak bisa jadi ukuran, karena tekanannya ada yang 20 kilogram, ada yg 10 kilogram, jadi ketika pasang regulator 3 kilogram, sedang amperenya 20 kilogram, maka penunjuk ampre di regulator tidak akan full,” katanya.

Karena itu, kata Dini, untuk memastikan gas elpiji yang diterima oleh masyarakat benar-benar 3 kilogram, maka bisa ditimbang secara manual. 

“Jadi ketika tabung kosong maka beratnya sekitar 5 kilogram, jika diisi gas 3 kilogram maka beratnya bisa sekitar 7,92 kilogram sampai 8,03 kilogram. Karena kan tabung bisa aus atau gimana, sehingga tidak pas tabung kosong beratnya 5 kilogram,” terang Dini. 

Pada saat pengawasan ke sejumlah agen SPBE di wilayah Kabupaten Ciamis, lanjut Dini, pihaknya juga melihat cara pengisian gas dan juga memeriksa sejumlah fasilitas yang harus ada di pangkalan SPBE agar sesuai SOP.

“Kalau sesuai SOP harus ada kiloan, buleng wadah untuk pencegahaan adanya api, serta alat pemadam kebakaran,” katanya.

Dini menambahkan masyarakat bisa mengembalikan gas LPG 3 kilogram berat tabung yang terisi kurang dari 7,92 Kg. 

“Jika masyarakat tidak percaya isi gas itu ada 3 kilogram, maka di sana bisa langsung dikilo (ditimbang). Karena salah satu SOP di pangkalan harus ada kiloan. Jika kurang dari 7,92 jangan diterima dan bisa dikembalikan ke SPBE,” pungkasnya. (Fahmi/Koran HR)