Sumur Artesis Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bantarsari Ciamis

Untuk menanggulangi terjadinya krisis air bersih, Pemerintah Desa Bantarsari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, manfaatkan sumur sintetis sebagai sarana kebutuhan warga akan air bersih. Photo : Suherman/HR.

Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Untuk menanggulangi terjadinya krisis air bersih, Pemerintah Desa Bantarsari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, manfaatkan sumur artesis/sumur bor sebagai sarana kebutuhan warga akan air bersih.

Kepala Desa Bantarsari, Adang Sutarman, di dampingi Sekretaris Desa, Ruhimat, mengatakan, sejak tiga tahun lalu kebutuhan sarana air bersih untuk warga sudah dapat tertanggulangi.

“Alhamdulillah, sejak adanya sumur sintetis ini, kebutuhan air bersih untuk warga sudah mulai bisa tertanggulangi, meski belum seratus persen tercover. Namun, hal ini bisa meminimalisir terjadinya krisis air bersih di saat musim kemarau tiba seperti yang terjadi sekarang,” terang Ruhimat, saat ditemui HR Online, Rabu (31/07/2019).

Dia menyebutkan, sumur tersebut sudah berfungsi sejak tahun 2017, dan selama itu pula kebutuhan air bersih di wilayahnya sudah mulai bisa tertanggulangi. Sumur artesis dibangun dari program Ciptakarya tahun 2016.

“Pada awal 2017 sumur bor atau sumur artesis ini sudah bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih 25 rumah tangga sasaran. Setiap tahunnya kita terus kembangkan dan hingga saat ini sudah berkembang menjadi 60 rumah tangga sasaran yang lokasinya berada di wilayah krisis air bersih. Insya Alloh, kedepannya akan terus kita kembangkan lagi,” katanya.

Untuk pengelolaan sumur ini, seperti kebutuhan perawatan mesin, pihak pemdes menyerahkannya ke BUMDEs. Sehingga, pihak BUMDes sendiri memungut iuran kepada warga yang tercover saluran air.

“Kami menggunakan meter jadi untuk nominal iurannya tergantung berapa kubik mereka menggunakan air. Ya seperti PDAM, tapi biayanya lebih ringan. Kenapa kami menerapkan sistem seperti ini, karena pihak pengelola juga butuh untuk biaya perawatan agar mesin bisa terawatt, dan penyaluran air tidak terhambat oleh masalah teknis,” jelas Ruhimat.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun HR Online di lapangan, warga Desa Bantarsari mengaku merasa terbantu dengan adanya fasilitas air bersih yang dikelola oleh BUMDes Bantarsari.

Seperti yang diungkapkan Herdiana, salah seorang penerima manfaat air bersih. Dirinya mengaku sangat terbantu dengan adanya sumur bor tersebut.

“Ya, saya merasa bersyukur dengan adanya sumur bor, karena keluarga saya jadi tidak lagi kesulitan mencari air bersih ketika musim kemarau seperti sekarang. Bahkan saat musim hujan pun saya sudah terbiasa menggunakan air dari sumur bor ini,” ungkap Herdiana.

Ditemui terpisah, Haryani, salah seorang warga Dusun Cilisung, Desa Bantarsari, berharap agar pihak BUMDes terus mengembangkan saluran air bersih untuk bisa mengcover lebih banyak lagi rumah tangga sasaran.

“Melihat ke stabilan air, saya berharap pemdes juga bisa lebih mengembangkan lagi salurannya. Ya secara bertahap lah supaya air ini bisa lebih banyak manfaatnya untuk warga. Saya yakin jika hal ini terus dikembangkan, maka krisis air bersih di Desa Bantarsari akan bisa tertanggulangi,” kata Haryani. (Suherman/R3/HR-Online)