“Tabungan” Milik Peternak Hewan Qurban Mulai Dicairkan

Peternak hewan Qurban
Pedagang hewan qurban di Pasar Kambing Cikawung. Photo : Sugeng/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Ibarat mempunyai tabungan di rekening bank, bagi para peternak, memiliki sapi, kambing, atau domba merupakan tabungan yang akan segera dicairkan menjelang Hari Raya Idul Adha nanti. Pasalnya, harga hewan kurban selalu naik, dan berkah itu pun dirasakan oleh para peternak maupun pedagang hewan.

Untuk itu, para peternak banyak yang menginvestasikan uangnya pada hewan berupa sapi, kambing atau domba. Keuntungan mereka akan dapat dirasakan ketika menjualnya menjelang Idul Adha.

“Menjelang Hari Raya Idul Adha, ya harganya naik, berbeda dengan bulan-bulan yang lain, berkisar antara 17 persen lah kenaikan harganya, bahkan bisa lebih,” kata Saan, warga Desa Waringinsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, yang berdagang hewan qurban di Pasar Kambing Cikawung, kepada Koran HR, Selasa (16/07/2019).

Lebih lanjut dia mengatakan, pada hari-hari biasa, harga kambing berkisar antara Rp 3,5 juta. Tapi menjelang Idul Adha seperti sekarang ini, kambing yang ia jual sudah ada yang menawar Rp 4 juta.

“Kambing ini sudah ditawar 4 juta rupiah, tapi saya masih ingin lebih, saya minta 4,2 juta rupiah,” kata Saan, sambil memperlihatkan kambing miliknya.

Para petani memang sudah mengetahui akan ada kenaikan harga hewan qurban menjelang Hari Raya Idul Adha, sehingga banyak peternak yang  menginvestaikan uangnya pada hewan qurban dan mencairkannya saat “bulan haji ini.”

“Jika mau berqurban pada bulan haji ini, mendingan membeli dari sekarang, karena harganya akan terus meningkat,” kata Salijo, pedagang kambing lainnya di Pasar Kambing Cikawung.

Di tempat terpisah, Muhamad Hamami, pemilik hewan ternak sapi di Dusun Purwodadi, RT.10, RW.04, Desa Waringinsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, mengatakan kalau membeli seekor sapi pada bulan Ramadhan seharga Rp 14 juta.

Pada hari Sabtu kemarin (13/07/2019), sapi tersebut sudah laku dijual seharga Rp 19,5 juta. Ia mengatakan, hanya dalam waktu 2,5 bulan harga sapi sudah bisa naik dengan harga yang cukup tinggi.

“Ya, lumayanlah, bisa dihitung sendiri berapa keuntungannya dari satu ekor sapi saja. Ini saya punya 4 ekor sapi jantan, 3 sudah laku, tinggal satu ekor lagi. Kalau yang tidak punya kegiatan mau mengikuti saya, hanya 2,5 bulan saja sudah terlihat keuntungannya.” kata Hamami, saat ditemui HR di kandang sapi miliknya. (Sugeng/Koran HR)