Tiga Warga Kota Banjar Keluar dari PKH

Keluar dari PKH
Pernyataan pengunduran diri tiga warga Desa Langensari sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang mengundurkan diri peserta PKH, saat halal bil halal ratusan peserta PKH Desa Langensari, di Aula Desa Langensari, Selasa (16/07/2019). Photo : Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Tiga orang warga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Langensari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, mengundurkan diri dan menyatakan keluar dari bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang selama ini diterimanya.

Ketiga warga KPM itu adalah Kanti Widiarti, Siti Halimah, dan Dasih Permasih. Pengunduran diri dilakukan mereka atas kesadarannya dan dibuktikan dengan surat pernyataan yang ditandatanganinya, disaksikan para pendamping, pihak pemerintah desa serta kecamatan setempat, dalam acara halal bil halal ratusan peserta PKH Desa Langensari, di Aula Desa Langensari, Selasa (16/07/2019).

Ditemui usai acara, Kanti, mengatakan, dirinya mengundurkan diri dari peserta PKH karena kondisi ekonomi keluarganya kini sudah membaik, atau sudah lebih dari cukup.

“Kalau usaha sendirinya tidak punya, tapi penghasilan atau gaji suami yang kerja di perusahaan sudah mencukupi untuk kebutuhan keluarga,” ucapnya, kepada Koran HR.

Menurutnya, di luar sana atau warga lain masih banyak yang membutuhkan bantuan program tersebut dibandingkan dirinya. Untuk itulah dirinya mengundurkan diri dari peserta bantuan PKH.

“Saya ucapkan terima kasih atas segala bantuannya selama ini dari pemerintah,” ucap Kanti, yang menarima bantuan PKH sejak tahun 2014.

Hal serupa juga diungkapkan Siti Halimah, bahwa keluarganya pun sudah merasa cukup ekonominya. Terlebih saat ini dirinya juga sudah punya penghasilan dengan usaha membuka warung kelontongan.

“Ya, pengunduran ini inisiatif sendiri, terus atas dorongan melihat masih ada warga di sekitar lingkungan yang lebih membutuhkan bantuan PKH. Semoga penduran saya ini kehidupan keluarga saya pun menjadi lebih baik,” ungkap Siti Halimah.

Pendapat yang sama juga dikatakan Dasih Permasih, yang menyebutkan bahwa sekarang ini sudah mampu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya, dan ingin mandiri atau terlepas dari bentuan-bantuan pihak lain.

“Saya berpikir masih banyak yang membutuhkan bantuan di luar sana. Prinsifnya, beri kesempatan kepada yang lain, karena sedikitnya keluarga kami sudah mampu,” kata Dasih Permasih.

Sementara itu, Pendamping PKH Desa Langensari, Wahyu, menjelaskan, ada 4 KPM warga Desa Langensari yang mengundurkan diri dari kepesertaan PKH karena memang sudah tak layak lagi mendapat bantuan.

“Ada 4 yang mengundurkan diri, tapi yang satu tidak hadir karena ada acara ke luar kota. Itu pun undur dirinya atas inisiatif sendiri, bukan atas paksaan kami selaku pendamping. Selama menerima bantuan PKH, yang tiga itu sesuai komponen anak sekolah. Dasih itu untuk biaya anak SD dan SMA, Kanti untuk biaya anak SD, dan Halimah untuk biaya anak SMK,” jelasnya.

Wahyu menambahkan, jumlah KPM PKH di Desa Langensari saat ini ada sekitar 250 orang, dan 4 orang diantaranya mengundurkan diri dari bantuan PKH. (Nanks/Koran HR)