Tim Putri Kecamatan Pataruman Juara 1 Bola Voli Pospeda Tingkat Kota Banjar

Tim pesantren putri kontingen kecamatan Pataruman keluar sebagai juara satu kejuaraan lomba pekan olahraga dan seni cabang olahraga bola voli antar pesantren (Pospeda) tingkat Kota Banjar. Photo : Muhlisin/HR.

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Tim putri kontingen Kecamatan Pataruman keluar sebagai juara 1 dalam kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren (Pospeda) Tingkat Kota Banjar, untuk cabor bola voli.

Kegiatan Pospeda Tingkat Kota Banjar tahun 2019 yang digelar oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjar, Jawa Barat, Kamis (25/07/2019), bertujuan untuk memunculkan bakat dan potensi para santri pondok pesantren di Kota Banjar.

Seperti dikatakan bagian pelaksana kegiatan bidang olahraga, Ade Hidayat, bahwa perlombaan ini merupakan salah satu upaya untuk memunculkan bakat dan potensi para santri pondok pesantren yang ada di Kota Banjar, baik di bidang olahraga maupun seni.

“Jenis cabang olahraga dan seni yang dilombakan diantaranya bola voli, tenis meja, lomba pidato bahasa Inggris, bahasa Arab, dan beberapa perlombaan lainnya,” terangnya.

Adapun juara 2 untuk cabor bola voli diraih tim putri kontingen dari Kecamatan Langensari, sedangkan tim kontingen Kecamatan Banjar hanya mampu menyabet juara 3.

Sementara itu, untuk perlombaan lain di bidang seni, kontingen dari Kecamatan Puwaharja berhasil meraih juara 1 lomba pidato bahasa Inggris, sedangkan untuk juara 1 pidato bahasa Arab diraih kontingen dari Kecamatan Banjar.

Dalam kegiatan tersebut, seluruh peserta kontingen berprestasi dari setiap cabang yang dilombakan juga diberi penghargaan, baik kontingen putra dan kontingen putri.

Pada kesempatan itu, Kepala Seksi Pendis Kemenag Kota Banjar, H. Supriana, mengajak kepada seluruh santri pondok pesantren serta pihak-pihak terkait, untuk meningkatkan kualitas dan prestasi pesantren, baik dalam bidang olahraga maupun seni.

“Kami apresiasi kepada seluruh peserta kontingen dan pemenang cabang olahraga, mudahan-mudahan bisa memotivasi meningkatkan kualitas, tak hanya di tingkat daerah saja, tapi juga tingkat provinsi dan nasional,” ucapnya. (Muhlisin/R3/HR-Online)