Minggu, Juni 26, 2022
BerandaBerita PangandaranWarga Pangandaran Minta Jembatan Burujul Cigugur Permanen

Warga Pangandaran Minta Jembatan Burujul Cigugur Permanen

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Masyarakat mengidamkan Jembatan Burujul yang merupakan penghubung Desa Campaka dan Desa Pagerbumi Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran dapat permanen serta bisa dilalui roda 4.

Diketahui, jembatan gantung yang dibangun sekitar tahun 1985 ini hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua. Sedangkan pengguna jembatan terbilang cukup ramai, yakni oleh warga dari dua tersebut.

Apung, salah satu warga Dusun Pasir Pari, mengatakan, jembatan tersebut sejak dibangun puluhan tahun silam tersebut memiliki lebar 150 centimeter.

“Jembatan ini sangat ramai, karena tak sedikit masyarakat dari Desa Pagerbumi dan dari Desa Harumandala yang akan ke Pangandaran lewat jembatan gantung ini,” ucapnya kepada Koran HR, Selasa (23/07/2019).

Apung menambahkan, jembatan tersebut juga kerap dijadikan alat kampanye oleh politisi kepada masyarakat. Mereka yang berkepentingan itu, kata ia, kerap menjanjikan akan mendorong percepatan pembangunan jembatan tersebut, namun nyatanya sampai saat ini masih belum terealisasi.

“Sejal dulu jembatan gantung ini selalu dijadikan objek kampanye mereka yang punya kepentingan. Namun kentataannya sampai hari ini masih seperti ini. Pada tahun 2018 memang sudah ada upaya pembangunan, namun baru sampai pembuatan digulnya saja, entah kapan dilanjutkannya,” paparnya.

Jika jembatan ini sudah dibangun secara permanen, kata Apung, akan sangat berpengaruh terhadap perekinomian masyarakat sekitar.

“Masyarakat yang ada di sekitaran Pasir Pari mau bangun rumah saja harus punya uang dua kali lipat, karena bahan bangunan susah diakses oleh kendaraan roda 4. Jika di seberang sini pasir satu truk harganya 1,5 juta, maka untuk sampai ke seberang sana harganya jadi 2,5 juta,” ungkapnya.

Masyarakat yang akan membangun rumah di Dusun Pasir Pari, lanjut Apung, bahan bangunannya hanya bisa diantar sampai bibir jembatan. Sedangkan untuk sampai lokasi, harus  membawanya menggunakan motor.

“Otomatis selain ongkosnya menjadi lebih mahal, waktunya juga lebih banyak. Saya berharap pemerintah secepatnya membangun jembatan ini secara permanen, agar perekonomian masyarakat tak terhambat. Jadi tolonglah jangan hanya dijadikan janji-janji politik saja,” pungkasnya. (Enceng/Koran HR)

- Advertisment -