23 Tahun Lumpuh, Warga Ciamis Ini Berharap Bantuan Kursi Roda

Butuh Kursi Roda
Taslimah (55) istri dari Mundir (60), Warga Dusun Sukasari, RT 11 RW 03, Desa Sukajadi Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat yang butuh kursi roda. Foto: Suherman/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- 23 Tahun menderita kelumpuhan, Taslimah (55) istri dari  Mundir (60), Warga Dusun Sukasari, RT 11 RW 03, Desa Sukajadi Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, membutuhkan bantuan kursi roda.

Pasangan suami istri yang tidak mempunyai pekerjaan tetap ini harus rela meratapi nasib yang tidak berpihak kepada dirinya.

Saat ditemui Koran HR di kediamannya, Selasa (27/08/2019), Taslimah mengaku hanya bisa pasrah. Meski dalam hatinya, ia mengaku ingin sekali bisa kembali berjalan seperti orang lain.

“Saya mengalami kelumpuhan sekitar 23 tahun lamanya. Saya juga sudah pergi berobat kemana-mana, namun penyakit saya tidak juga membaik,” katanya.

Sementara itu, Mundir, mengaku sejak istrinya mengalami kelumpuhan, dirinyalah yang mengurusi segalanya dalam rumah tangga. Ia pun mengaku tidak bisa pergi bekerja ke luar lantaran tidak tega meninggalkan istrinya sendirian.

“Anak-anak saya sudah pada berumah tangga. Semuanya pada jauh-jauh. Jadi tidak mugkin saya untuk pergi jauh, lantaran tidak ada yang mengurus istri saya. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saya hanya mengandalkan kerja serabutan yang tidak jelas berapa penghasilan dalam setiap harinya. Bahkan aktifitas keseharian lebih banyak dihabiskan di rumah,” katanya.

Sejak istri mengalami kelumpuhan, kata Mundir, dirinya jadi tidak bisa pergi bekerja ke luar kota. Selama ini pula pekerjaan dirinya hanya sebagai pemungut jantung pisang yang penghasilannya tidak menentu.

“Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saya selalu pergi untuk memungut jantung pisang yang ada di kebun milik orang lain. Kadang pencarian jantung pisang ini sangat sulit untuk didapatkan. Begitupun jika saya berhasil mendapatkan jantung pisang yang dapat saya jual, itu penghasilannya tidak seberapa. Paling hanya sepuluh hingga dua puluh ribu saja. Dan itupun hanya dua kali dalam seminggu,” terangnya.

Dari pantauan Koran HR di Lapangan, kondisi keluarga Mundir memang sangat memprihatinkan. Selain istrinya yang mengalami kelumpuhan, mirisnya lagi keluarga ini pun tidak pernah tersentuh bantuan sosial dari pemerintah.

“Alhamdulillah, sejak dulu saya belum pernah menerima sekali pun yang namanya bantuan beras, baik beras miskin (Raskin), Beras Sejahtera (Rasta) dan yang sekarang BPNT. Padahal saya mempunyai kartunya. Saya juga pernah sempat datang ke kantor desa, namun tetap saja saya tidak pernah mendapatkan apa-apa sampai sekarang. Mau bagaimana lagi, mungkin sudah menjadi nasib saya harus seperti ini,” kata Mundir.

Sementara itu, Kepala Desa Sukajadi, Haiz Azka, saat dikonfirmasi HR, Selasa (27/08/2019), mengatakan, pihaknya sedang memperjuangkan dan mengusulkan keluarga Mundir agar bisa terdaftar dan berhak menerima BPNT.

“Kami sudah memasukan keluarga Mundir ke dalam Basis Data Terpadu (BDT). Mungkin tinggal menunggu data keluar dari pusat,” terangnya. (Suherman/Koran HR)