234 Warga Pangandaran Mundur dari KPM PKH Karena Sudah Miliki Usaha

pkh
Sejumlah Eks KPM PKH di Pangandaran saat menerima penghargaan dari Pemkab Pangandaran, setelah berhasil mengembangkan usaha dan mundur dari kepesertaan. Foto: Enceng/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Dari 234 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, yang mengundurkan diri atau graduasi pada tahun 2019, sebagian besarnya sudah memiliki usaha.

Dengan begitu, mereka mengundurkan diri dari PKH karena benar-benar sudah meningkat taraf ekonominya. Artinya, mereka mengundurkan diri bukan atas desakan pihak manapun atau karena alasan gengsi.

Super visor PKH Kabupaten Pangandaran Rita Sri Hartati, mengatakan, seluruh eks Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) yang berjumlah 234 orang sudah memiliki usaha mandiri. Dan sebagian besarnya sudah meningkat taraf ekonominya.

“Kebanyakan dari mereka membuka usaha makanan olahan. Namun ada juga yang menekuni usaha pertanian, seperti membuat jamur tiram dan menanam sayuran. Eks KPM yang bergelut di bidang pertanian rata-rata mereka yang berada di daerah pelosok,” ujarnya, Kamis (15/08/2019).

Rita mengatakan tidak sedikit pula eks KPM PKH di Pangandaran yang sukses dalam usahanya. “Seperti eks KPM yang bergelut di usaha makanan olahan, ada yang produknya dijual ke luar daerah. Bahkan mereka sudah bisa memperkerjakan warga di sekitarnya,” ungkapnya.

Selama menjadi KPM PKH, kata Rita, mereka memang diajarkan pelatihan manajemen dan marketing produk. “Jadi, para KPM tidak hanya sekedar diberi dana bantuan stimulan saja, melainkan diberi juga pengetahuan di bidang usaha agar berani untuk mendiri,” ujarnya.

Menurut Rita, setelah 234 orang mengundurkan diri, kini jumlah KPM PKH di Kabupaten Pangandaran tinggal sebanyak 16.757 orang. Dia pun berharap kesuksesan yang sudah diraih olah para eks KPM PKH bisa menjadi motivasi kepada KPM PKH yang saat ini masih aktif.

“Sebenarnya banyak potensi dan sumber daya yang bisa dikembangkan. Asalkan ada kemaun dan kegigihan dalam menangkap peluang usaha. Seperti eks KPM PKH yang sekarang sudah mapan dengan usahanya, mereka berhasil karena punya kegigihan untuk berubah menjadi lebih baik,” pungkasnya. (Ceng2/R2/HR-Online)