5 Ruang Kelas SMA di Ciamis Ini Rusak Parah

Ruang Kelas SMA
Kondisi salah satu Ruang Kelas SMAN 1 Pamarican. Foto: Suherman/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Lima ruang kelas SMAN 1 Pamarican mengalami kerusakan cukup parah. Akibatnya, ruangan itu tidak bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Kerusakan pada bagian bangunan ruang kelas tersebut diakibatkan oleh guncangan gempa yang terjadi pada tahun 2017.

Keruskan diperparah lagi dengan gempa susulan yang terjadi beberapa kali dan guncangan gempa pada Sabtu malam (02/08/2019) kemarin.

Wakasek Kurikulum SMAN 1 Pamarican, Mohamad Sodikin, ketika ditemui Koran HR, Senin (05/08/2019), mengatakan, sedikitnya ada lima ruangan yang saat ini kondisinya mengalami kerusakan.

“Ada lima ruang, satu ruang kesenian, satu ruang labolatorium, dan tiga ruang kelas. Semua ruang kini terpaksa dikosongkan karena khawatir terjadi hal yang membahayakan,” katanya.

Kondisi ini, kataSodik, akibat gempa tahun 2017 lalu. Menurut dia, sejak kejadian gempa 2017, lima ruangan di sekolah tersebut mengalami kerusakan cukup parah dan hingga saat ini dibiarkan kosong.

“Saat gempa pada tahun 2017 lalu beberapa ruangan mengalami kerusakan di bagian dinding serta lantai. Dinding nya ngejeblag, serta lantai amblas. Terus ada juga yang bagian atapnya patah,” katanya.

Sejak kejadian itu, lanjut Sodik, ruangan masih bisa digunakan untuk KBM. Namun setelah beberapa kali ada lagi guncangan, termasuk pada Jumat malam kemarin, kerusakan semakin parah dan terpaksa pihaknya mengosongkan ruangan tersebut.

Dari pantauan Koran HR di lapangan, darilima ruangan, empat diantaranya bangunan baru yang dibangun pada tahun 2016. Namun akibat dihantam gempa, bagian dinding serta lantai saat ini mengalami kerusakan cukup parah dan tidak bisa digunakan untuk sarana KBM.

Kepala SMAN 1 Pamarican, Apep Mutakin, membenarkan hal tersebut. Menurut dia, pihaknya kini tengah melakukan pengajuan bantuan ke Pemerintah Provinsi Jawa barat.

“Saat ini kita tengah menyusun proposal bantuan RKB. Mudah-mudahan saja bisa secepatnya direalisasi. Mengingat bangunan sekolah saat ini menjadi kurang akibat ada lima ruang yang mengalami kerusakan,” katanya. (Suherman/Koran HR)