Anak Rewel, Orang Tua Siswa TK di Ciamis Tolak Penjual Mainan

Penolakan penjual mainan
Spanduk penolakan penjual mainan di lingkungan sekolah TK Al Munawaroh, Desa Sirnabaya, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis. Foto: Edji/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Orang tua siswa TK Al Munawaroh, Dusun Kubangsari, Desa Sirnabaya, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, memasang spanduk penolakan kehadiran penjual mainan di lingkungan sekolah.

Dari pantauan HR Online, pada spanduk penolakan tersebut tertera tulisan ‘Kami Sebagai Orang Tua/Wali Murid Merasa Keberatan dengan Adanya Penjual Mainan Anak-anak’.

Salah satu orang tua yang anaknya sekolah di TK Al Munawaroh mengatakan, keberadaan penjual mainan di lingkungan sekolah jadi beban tersendiri bagi orang tua.

“Keberadaan pedagang mainan anak-anak yang jualan di sekolah ini, jadi beban bagi orang tua seperti kami ini. Anak-anak TK yang sekolah di sini terkadang rewel karena minta dibelikan mainan yang dijajakan para penjual,” ujar salah satu orang tua murid TK Al Munawaroh yang minta dirahasiakan namanya.

Selain rewel, kata dia, anak-anak juga banyak yang menangis dan malas belajar. “Ya jelas mengganggu kalau anak jadi sering nangis dan malah malas belajar, karena itu kami orang tua atau wali murid di sini memasang spanduk penolakan itu,” terangnya.

Sementara Mamat Rohmat, Kepala Desa Sirnabaya, membenarkan adanya penolakan terhadap para penjual mainan di lingkungan sekolah TK Al Munawaroh.

“Penolakan terhadap penjual mainan anak-anak ini, betul-betul murni ide para wali murid yang menyekolahkan anaknya di TK Al Munawaroh,” kata Mamat saat ditemui HR Online di ruang kerjanya, Senin (5/8/2019).

Mamat mengatakan, adanya penolakan penjual mainan dari para orang tua siswa TK Al Munawaroh, dilatarbelakangi kekesalan lantaran anak-anaknya selalu minta dibelikan mainan.

“Para wali murid ini sudah lama kesal karena anak-anaknya terus saja minta dibelikan mainan, atas dasar seperti itulah mereka menolak penjual mainan di lingkungan sekolah,” kata Mamat.

Kepala Desa Sirnabaya ini menambahkan, penolakan terhadap penjual mainan dilakukan sejak tahun ajaran baru di lingkungan sekolah TK Al Munawaroh.

“Sudah sejak tahun ajaran baru penjual mainan ditolak, kalau untuk penjual makanan atau jajanan dibebaskan untuk berjualan di lingkungan sekolah TK Al Munawaroh,” pungkasnya. (Edji/R7/HR-Online)