APK Pendidikan Anak Usia Dini di Ciamis Masih Rendah di Angka 71 Persen

Pendidikan Anak Usia Dini
Ilustrasi Pendidikan Anak Usia Dini. Foto: Istimewa

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-Dinas Pendidikan Ciamis menyebut angka partisipasi kasar (APK) pada tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, tergolong masih rendah atau berada di angka 71 persen.

Hal itu disebabkan dari masih minimnya kesadaran serta pengetahuan orangtua terhadap pentingnya pendidikan anak usia dini sebelum anak disekolahkan ke tingkat pendidikan dasar (SD).

Sekretaris Dinas Pendidikan Ciamis, Wahyu Hidayat, mengakui bahwa APK pada tingkat pendidikan anak usia dini di Ciamis masih rendah atau di angka 71 persen. Meski begitu, kata dia, persentasi APK PAUD di Ciamis terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahunnya.

“Beberapa tahun lalu malah di angka 30 persen. Kemudian naik ke angka 50 persen dan tahun ini sudah mencapai 71 persen. Memang kalau melihat di kota-kota besar APK untuk tingkat PAUD sudah mencapai 90 persen lebih,” ungkapnya, Rabu (14/08/2019).

Menurut Wahyu, alasan beberapa orangtua tidak berminat menyekolahkan anaknya ke PAUD mungkin karena sekolah di tingkat usia dini lebih banyak bermain ketimbang belajar.

“Tujuan pendidikan usia dini memang bukan untuk fokus belajar, tetapi untuk beradaptasi suasana sekolah dan bersosialisasi dengan lingkungan sebayanya. Jadi, ketika anak masuk ke SD tidak kaget lagi dengan suasana lingkungan sekolah,” ujarnya.

Wahyu mengatakan memang perlu terus dilakukan sosialisasi untuk mengedukasi masyarakat agar paham mengenai tujuan pendidikan anak usia dini. Pihaknya, lanjut dia, melalui Bunda PAUD yang tersebar di setiap desa terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Bunda PAUD terus kami optimalkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar mau menyekolahkan anaknya ke PAUD. Bahkan para Bunda PAUD langsung jemput bola menemui masyarakat,” katanya.

Sementara itu, hingga tahun 2019, jumlah PAUD di Kabupaten Ciamis tercatat 900 lembaga dengan jumlah peserta didik sebanyak 25.113 orang. Pemerintah pusat pun kini sudah memberikan bantuan kepada lembaga PAUD dengan hitungan per siswa sebesar Rp. 600 ribu. (Fahmi2/R2/HR-Online)