Sindrom Patah Hati Rentan Menimbulkan Kanker, Ini Penjelasan Medisnya

Kanker rentan terjadi pada orang yang mengalami sindrom patah hati. Photo : Ilustrasi.

Sindrom patah hati rentan menimbulkan kanker. Stres akibat situasi penuh tekanan terkadang menimbulkan rasa nyeri di dada setelah ditinggal kekasih, dan ternyata hal ini bisa memengaruhi kinerja jantung.

Patah hati merupakan sebuah masalah yang mungkin pernah dialami setiap orang, dan itu merupakan hal yang lumrah.

Namun, menurut hasil penelitian terbaru, kanker rentan terjadi pada orang yang mengalami sindrom patah hati. Jika tidak secepatnya ditangani akibatnya bisa fatal.

Dirangkum HR Online dari berbagai sumber, Rabu (21/08/2019), saat seseorang mengalami kondisi seperti itu, suasana hati dan kondisi fisik dapat berubah secara drastis.

Akibatnya, otot jantung menjadi lemah dan sulit memompa darah ke seluruh tubuh. Gejala itu disebut broken heart syndrome (Takotsubo cardiomyopathy) atau sindrom patah hati.

Kaitan Patah Hati dengan Risiko Kanker

Secara logika, patah hati dan penyakit kanker adalah dua hal yang sangat berjauhan. Tapi medis tidak setuju karena dua hal itu mungkin saja memiliki hubungan.

Dalam riset terbarunya, American Heart Association menyatakan, sindrom patah hati rentan menimbulkan kanker.

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan 17 Juli 2019 menunjukkan, satu dari enam orang yang sedang patah hati ternyata terdiagnosa kanker.

Sebab, stres berkepanjangan akibat sindrom patah hati bisa memicu pengeluaran hormon kortisol dan adrenalin.

Peristiwa ini bisa mengakibatkan terjadinya peningkatan tekanan darah. Jika hal ini berlangsung lama maka kesehatan jantung pun akan terancam.

Peneliti dari American Heart Associantion, mengatakan, hubungan antara sindrom patah hati dengan kanker masih dalam penelitian lebih lanjut.

Hingga sekarang para peneliti itu pun terus meneliti secara spesifik terkait hubungan antara kanker dengan sindrom tersebut.

Sementara itu, peneliti senior sekaligus Direktur Interventional Cardiology of the Andreas Grüntzig Heart Catheterization Laboratories, Swiss, Christian Templin, menjelaskan, kaitan antara tingkatan kanker, perawatan, dan perkembangan sindrom patah hati perlu diteliti terus.

Penemuannya itu menjadi landasan untuk mendalami potensi dari efek racun pada jantung usai menjalani kemoterapi.

Rentan Alami Kematian Dini

Sebagai pakar kesehatan dari University Hospital, Zurich, Swiss, Christian Templin, juga menyebutkan kanker payudara salah satu penyakit paling sering muncul dalam penelitian ini.

Sedangkan, penyakit lain yang bisa muncul adalah tumor. Penyakit ini muncul pada organ-organ pencernaan, kelamin, dan kulit.

Orang patah hati yang terdiagnosa kanker itu mempunyai kesempatan hidup tak lebih dari lima tahun dibanding pengidap kanker yang tidak patah hati.

“Pasien yang mengalami sindrom patah hati lebih rentan untuk mengalami kematian dini jika mereka tak kunjung mengatasi kondisinya,” terang Templin.

Penelitian lainnya juga menyebutkan, patah hati itu sebenarnya bagian dari stres yang dapat menyebabkan berbagai perubahan pada tubuh.

Karena ketika stres, ada hormon yang keluar dalam jumlah tinggi dan seluruh tubuh pasti ikut terpengaruh. Bisa hipertensi, asam lambung naik, kolesterol, atau bisa juga gula darah melonjak.

Tak hanya itu, stres emosional yang terjadi secara kronis akibat patah hati juga dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh dan menimbulkan timbulnya peradangan maupun penyakit.

Sekilas Tentang Sindrom Patah Hati

Broken heart syndrome adalah suatu gangguan pada jantung yang bersifat sementara. Kondisi ini biasanya muncul saat seseorang mengalami stres akibat kehilangan seseorang yang dicintainya.

Berdasarkan sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Internal Medicine, risiko penyakit jantung atau stroke meningkat hingga 3 kali lipat pada 3 bulan pertama setelah kematian orang yang disayangi.

Parahnya, peningkatan risiko penyakit mematikan itu juga berlaku bagi mereka yang sempat mengalami penolakan cinta, bercerai, atau masalah percintaan lainnya.

Patah Hati yang Tidak Pasti

Patah hati memang bisa memberikan berbagai kerugian bagi tubuh. Meski begitu, orang yang mengalami patah hati belum tentu akan terkena kanker di kemudian hari. Karena kanker tidak disebabkan oleh faktor tunggal.

Kondisi mental yang jatuh akibat divonis terkena penyakit tertentu juga dapat menjadi pemicu utama memburuknya kondisi tubuh atau munculnya kanker.

Walaupun tidak menyebabkan kanker secara langsung, namun kondisi tersebut tetap harus segera diatasi agar tidak berkepanjangan.

Oleh karena itu, jika Anda sedang merasakan kesedihan akibat ditinggal orang terkasih, berusahalah untuk segera terbebas dari kondisi tersebut.

Anda bisa membagi beban dengan bercerita pada orang yang bisa dipercaya, melakukan hal-hal yang disenangi, atau minta bantuan pada psikolog maupun pskiater.

Mencegah Kanker

Mengingat kanker termasuk dalam penyakit yang sulit untuk diobati, bahkan bisa meningkatkan risiko terkena kematian dini, sebaiknya terapkan gaya hidup yang sehat demi mencegah kedatangannya.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker, diantaranya dengan mengonsumsi makanan yang lebih sehat, rajin olahraga, tidur cukup, dan mendapatkan vaksinasi.

Gaya Hidup Sehat

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Inggris, dihasilkan fakta bahwa pola makan memengaruhi 10 persen dari kasus kanker yang muncul di negara itu.

Para peneliti juga menyebut, kebiasaan lebih banyak makan buah dan sayuran dapat membantu turunkan risiko terkena kanker mulut, kanker kerongkongan, kanker perut, dan kanker laring.

Sebaliknya, jika hobi mengonsumsi daging merah dan daging olahan dapat meningkatkan kanker usus.

Rajin Olahraga

Olahraga tak hanya baik bagi berat badan dan organ kardiovaskular. Jika rutin melakukannya sekitar 30 menit saja setiap hari, risiko terkena kanker payudara bisa ditekan hingga 15-20 persen.

Risiko terkena kanker usus besar juga dapat ditekan hingga 30-40 persen. Olahraga yang dilakukan juga tidak perlu yang berat.

Dengan rutin berjalan kaki, jogging, berenang, atau bersepeda sudah dapat memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh.

Tidur Cukup

Tidur yang cukup setiap malam bisa menurunkan risiko kanker payudara hingga 30 persen, dan mencegah obesitas atau kekacauan hormon sebagai faktor utama penyebab datangnya berbagai macam kanker.

Mendapatkan Vaksinasi

Mendapatkan vaksinasi HPV dapat membantu mencegah kanker serviks. Selain itu, mendapatkan vaksin HBV juga bisa membantu mencegah datangnya kanker hati yang salah satunya bisa dipicu akibat sindrom patah hati. (Eva/R3/HR-Online)