Bobol Gudang, Barang Material Pembangunan Pesantren di Banjar Digusur Maling

pembangunan pondok pesantren
Salah seorang petugas pembangunan pondok pesantren Persis 85 menunjukan tempat yang dibobol maling. Foto: Muhlisin/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-Sebuah gudang material atau tempat penyimpanan barang dan perkakas milik panitia pembangunan Pondok Pesantren Persis 85 tepatnya di belakang gudang pupuk di Dusun Pengasinan, Desa Binangun, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, dilaporkan dibobol maling.

Panitia pembangunan pesantren baru mengetahui terjadi kemalingan pada Kamis (15/08/2019) sekitar pukul 14.00 WIB. Pasalnya, dalam seminggu ini pekerja diliburkan lantaran terhalang hari raya Idul Adha.

Akibat kejadian ini, sejumlah barang material bangunan seperti semen dan lainnya raib digusur maling. Bahkan besi seberat 2 kuintal pun ikut raib dibawa kabur. Kerugian diperkirakan mencapai jutaan rupiah. 

Dari informasi yang dihimpun HR Online, kejadian ini baru diketahui setelah salah seorang petugas panitia pembangunan melakukan kontrol ke lokasi pembangunan pondok pesantren sekitar pukul 14.00 Wib.

“Awalnya datang ke lokasi untuk mengecek bangunan setelah libur hari raya Idul Adha sekaligus juga mempersiapkan tempat untuk kemah santri pondok pesantren. Namun saat mengecek gudang ternyata barang-barang material sudah raib,” kata mandor Pembangunan Pondok Pesantren, Tohir, saat ditemui HR Online, Kamis (15/08/2019) sore.

Tohir menjelaskan, sebelum sampai ke gudang material, dirinya sudah curiga ketika melihat dari jauh besi yang ditumpuk sudah tidak ada. “Saat saya cek ke belakang gudang, ternyata sudah ada yang menjebol,” ujarnya.

Menurut Tohir, maling sudah kabangetan. Pasalnya, besi yang menumpuk dan masih ukuran satu lente pun ikut dibawa kabur. Dia memperkirakan maling beraksi antara hari Senin -Rabu atau ketika tidak ada aktivitas pekerjaan karena diliburkan.

Sebelumnya, kata Tohir, dirinya mendapat kabar dari penjaga pesantren bahwa ada orang yang mencurigakan masuk ke lokasi pembangunan. “Tapi info itu hanya menyebut ada orang yang mencurigakan saja dan belum ada kabar terjadi kemalingan. Makanya, belum saya konfirmasi, karena kabarnya hanya ada orang mencurigakan saja,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Dadan, petugas jaga Gudang Pupuk yang tak jauh dari lokasi kejadian mengaku beberapa hari sebelum kejadian dirinya mendapati sebuah mobil yang tidak biasa masuk ke lokasi pembangunan pondok pesantren.

“Iya, beberapa hari lalu sebelum ada kejadian memang saya sempat lihat ada mobil masuk. Saya juga rada curiga. Soalnya nggak biasanya ada mobil masuk ke situ. Saya tahu kondisi lalu lalang kendaraan ke pesantren karena biasa jaga di sini,” ujarnya.

Dadan menambahkan akhir- akhir ini sudah beberapa kali aksi pencurian terjadi di daerah tersebut. “Memang lagi rawan maling di sini. Bulan lalu saja temen kerja saya kehilangan sepeda motor di gudang tempat saya jaga,” pungkasnya. (Muhlisin/R2/HR-Online)