Ini Tanda-tanda Kamu Butuh Detox Media Sosial

Saat ini media sosial sudah menjadi barang yang dianggap sangat penting bagi sebagian masyarakat dunia. Photo : Ilustrasi/Net.

Pernahkah kamu mendengar istilah detox media sosial ? Seperti halnya istilah detox diet yang kita kenal untuk membantu membuang racun dari dalam tubuh.

Sedangkan, detox media sosial untuk membantu membuang semua racun yang menggangu mental, sehingga kita terbangun dan hidup dalam realita.

Saat ini media sosial sudah menjadi barang yang dianggap sangat penting bagi sebagian masyarakat dunia.

Bahkan di Indonesia sendiri, data menunjukkan ada sebanyak 62 persen masyarakatnya punya kebiasaan menggunakan media sosial setidaknya 4 jam dalam sehari.

Media sosial selain bisa membuat kamu tetap terkoneksi dengan teman dan keluarga di mana pun berada, juga bisa menjadi tempat untuk mendapatkan berbagai informasi terbaru.

Namun, di balik manfaatnya itu, media sosial juga memiliki dampak negatif jika digunakan secara berlebihan.

Dirangkum HR Online dari berbagai sumber, Rabu (14/08/2019), ada baiknya kita sesekali break sejenak dari media sosial untuk kesehatan mental.

Namun sebelum melakukannya, kenali dulu tanda-tanda ini untuk mengetahui apakah kamu sudah butuh detox media sosial atau belum.

Bangun Tidur Langsung Cek Smartphone

Bangun tidur langsung cek smartphone.

Saat bangun di pagi hari, biasanya apa yang kamu lakukan? Apakah berdoa, olahraga, atau baca koran?

Jika yang kamu lakukan pertama kali saat buka mata di pagi hari adalah mengecek smartphone untuk melihat sosmed kamu dan semua notifikasinya, atau setiap akun medsos, fix berarti kamu butuh detox media sosial.

Selalu Cek Ponsel Setiap Waktu

Selalu cek ponsel setiap waktu.

Kamu selalu mengecek ponsel setiap waktu hanya untuk melihat linimasa atau notifikasi sosial media kamu.

Tak peduli waktu dan tempat, saat kerja, makan, hang out bareng teman, nonton film, kamu selalu mengecek HP berkali-kali.

Bahkan terkadang kamu merasa ponselmu bergetar sehingga buru-buru membukanya, namun ternyata tak ada aktivitas baru apa pun.

Karena Medsos, Orang Terdekat Merasa Diabaikan

Karena sibuk dengan media sosial, orang terdekat pun merasa diabaikan.

Kamu sering sekali menerima komplain dari sahabat, temen, atau bahkan keluargamu sendiri lantaran kamu sering mengabaikan mereka demi scrolling sosmed di ponsel kamu.

Apalagi jika saat sedang berkumpul, tak jarang kamu lebih memilih bermain smartphone daripada ngobrol dengan mereka.

Hal itu selain tidak dibenarkan secara etika, dampak perilakumu seperti itu juga pada akhirnya akan merugikan hubungan pribadimu, sebab kamu anggap keberadaan mereka tidak penting.

Hobi Stalking di Medsos

Hobinya stalking di media sosial.

Apakah kamu termasuk salah satunya? Bagi orang yang aktif di medsos, stalking akun sosmed orang lain bisa menjadi salah satu hobinya.

Biasanya orang tersebut akan stalking akun orang lain yang tidak dikenalnya, atau bahkan belum pernah ngobrol samasekali di dunia maya.

Namun ternyata efeknya justru dapat memunculkan persaingan yang pada akhirnya membuat kamu malah merasakan kesepian.

Selain itu, kamu juga jadi lebih banyak tahu tentang kehidupan orang melalui akun sosmed-nya dibanding kehidupan orang terdekatmu.

Jika hobimu ini sudah masuk dalam tahap membahayakan, mungkin kamu sudah waktunya untuk melakukan detox media sosial.

Membandingkan Kehidupanmu dengan Orang Lain di Medsos

Membandingkan kehidupan kamu dengan orang lain di media sosial.

Apakah kamu merasakan hal seperti itu? Merasa iri atau cemburu dengan kehidupan seseorang yang terlihat sempurna saat kamu membuka akun medsos, atau merasa hidupmu tak seberuntung mereka.

Padahal, kamu belum tahu realitas kehidupan mereka yang sebenarnya bagaimana, mungkin saja lebih buruk dari kehidupanmu.

Sharing Kehidupanmu di Medsos

Sharing kehidupan kamu di media sosial.

Kamu selalu membagikan aktivitasmu kepada dunia melalui akun sosmedmu. Dari mulai bangun tidur, sarapan pagi, pilihan baju, dan hampir semua aktivitasmu diposting di medsos.

Tak hanya itu, kamu juga sibuk memikirkan membuat pose terbaik atau caption untuk menarik perhatian dan berharap like, komentar, atau share dari followers kamu.

Kamu Mengidap Nomophobia

Kamu mengidap nomophobia.

Nomophobia adalah sindrom ketakutan jika tidak punya smartphone. Kamu merasa smartphone merupakan benda yang wajib ada di dekatmu selama 24 jam.

Kamu merasa gelisah, khawatir, dan bingung ketika ponsel kesayanganmu tidak ada. Seolah dalam kamus hidupmu benda tersebut wajib ada dan tidak boleh ketinggalan, sekalipun ke WC/toilet.

Jika kamu mersakan hal tersebut, itu berarti kamu sudah waktunya melakukan detox media sosial demi kondisi psikologis yang lebih sehat. (Eva/R3/HR-Online)