Berdo’a Minta Jodoh, Peziarah dari Luar Kota Sambangi Situs Cibarani Ciamis

Situs Cibarani Ciamis
Makam keramat Sanghyang Adi Dampal di Situs Cibarani, Desa Ciakar, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Foto: Edji/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Situs Cibarani Ciamis yang berada di Desa Ciakar, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, banyak dikunjungi peziarah dari luar kota. Mereka umumnya datang untuk berdo’a meminta berbagai keberkahan hidup, salah satunya berdo’a meminta jodoh.

Salah satu area yang dikunjungi peziarah adalah makam keramat Sanghyang Adi Dampal, yang masih berada di lingkungan Situs Cibarani.

Umumnya peziarah datang setiap malam Jum’at Kliwon dan Selasa Kliwon. Hal ini terlihat dari banyaknya bunga bertaburan di atas makam pada Jum’at pagi atau Selasa pagi.

Ano, juru kunci Situs Cibarani Ciamis, mengatakan makam keramat Sanghyang Adi Dampal sama halnya seperti wisata ziarah rohani lainnya, dimana tidak ada hari khusus bagi peziarah untuk datang dan memanjatkan do’a.

“Tetapi pada malam Jum’at Kliwon dan malam Selasa Kliwon atau bulan tertentu seperti bulan Maulud dan Rajab, para peziarah dari luar kota banyak yang datang,” kata Ano, Senin (6/8/2019).

Ano mengatakan, sebagai lokasi wisata ziarah, makam keramat Sanghyang Adi Dampal kerap dijadikan area berdo’a. 

“Peziarah memanjatkan do’a, rata-rata mengharapkan keberkahan hidup mulai dari minta jodoh, kemudahan usaha hingga jabatan yang diidamkan banyak orang. Di area makam keramat Sanghyang Adi Dampal itu, para peziarah berdo’a dan melakukan tabur bunga,” terang Ano.

Baca Juga: Biar Cantik, Ada Ritual Mandi dan Lempar Celana Dalam di Situs Astana Gede Kawali Ciamis

Ano menambahkan Situs Cibarani, merupakan situs yang punya kaitan dengan situs Astana Gede Kawali.

“Biasanya yang datang ke Situs Cibarani ini ada yang lapor, ada juga yang tidak,” kata Ano.

Karena itu, terkadang Ano baru mengetahui ada peziarah ketika membersihkan lingkungan situs pada pagi hari.

“Terlepas ada laporan atau tidak, sepanjang tidak mengganggu dan merusak, peziarah dari manapun silakan saja datang dan berdo’a di sini,” pungkasnya. (Edji/R7/HR-Online)

Berita Terkait:

Mitos ‘Poligami’ di Astana Gede Kawali Ciamis

Bisa Celaka, Jangan Mesum di Dekat Batu Sanghyang Bongkok Astana Gede Kawali Ciamis

Loading...