Beternak Ayam KUB Menggiurkan, Warga di Pangandaran Ini Raup Untung Jutaan Rupiah

ayam KUB
Agus Musthopa warga Dusun Pasuketan RT 29/13 Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, menggeluti ternak ayam KUB. Foto: Enceng/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Beternak ayam KUB atau ayam Kampung Unggul Balitbangtan ternyata untungnya menggiurkan. Hal itu terbukti dari usaha ternak yang digeluti Agus Musthopa warga Dusun Pasuketan RT 29/13 Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Baru beberapa bulan mengeluti usaha ternak ayam KUB, dia sudah meraup untung jutaan rupiah.

Agus yang sebelumnya bekerja sebagai tenaga honorer di lingkungan Pemkab Pangandaran, kini konsen berbisnis ternak. Status sebagai pekerja honorer yang sebelumnya dia sandang pun akhirnya ditanggalkan.

“Seperti kita tahu bekerja sebagai tenaga honorer di pemerintahan penghasilannya tidak menentu. Karena honorer hanya membantu pekerjaan PNS dan tidak memiliki status yang jelas. Sementara kebutuhan saya semakin banyak. Makanya saya memilih berhenti dan beralih usaha ternak,” ujarnya, Senin (12/08/2019).

Saat awal terjun di bisnis ternak, lanjut Agus, dirinya hanya membesarkan 100 ekor ayam KUB. Dia mengaku saat awal terjun dirinya tidak berani membesarkan ayam dengan jumlah banyak.

“Saya coba-coba dulu. Apakah usaha ternak ini cocok buat saya. Tapi setelah ditekuni Alhamdullilah memberikan prospek usaha yang bagus,” ujarnya.

Agus mengatakan per ekor DOC atau ayam usia belia dibelinya dengan harga Rp. 6.500. Ketika membeli 100 ekor, dia mengeluarkan modal sebesar Rp. 650 ribu.

“Proses pembesaran ayam KUB membutuhkan waktu selama 2 bulan. Selama 2 bulan itu membutuhkan pakan 2 kwintal atau sebanyak 4 karung. Harga pakan per karungnya Rp. 380 ribu. Apabila dikali 4 berarti membutuhkan modal Rp1.520.000,” ujarnya.

Hanya dalam waktu 2 bulan atau 60 hari, lanjut Agus, kondisi ayam sudah besar dan layak untuk dijual ke pasaran.

“Jadi, dari mulai DOC sampai panen hanya butuh 60 hari. Seperti beternak ayam boller saja. Biasanya kan membesarkan ayam kampung butuh waktu hingga 7 bulan. Ini kelebihan Ayam KUB,” ungkapnya.

Harga ayam KUB yang sudah siap panen pun cukup menggiurkan. Per ekor ayamnya dihargai sebesar Rp. 35 ribu. “Harga Rp. 35 ribu itu terendah. Bisa juga harganya lebih dari itu apabila kita memiliki jumlah besar dan dipasok ke pengusaha yang membutuhkan pasokan bulanan,” ujarnya.

Menurut Agus, keuntungan bersih dari penjualan ayam per 100 ekor selama 2 bulan mencapai Rp1.330.000. “Itu sudah dipotong biaya modal DOC dan pakan selama dua bulan,” ujarnya.

Agus mengatakan, setelah diawal sukses menghasilkan untung, membuatnya serius untuk menggeluti usaha tersebut. Saat ini dia tengah membesarkan 600 ekor ayam KUB dan sudah ada penampung yang sudah siap membeli.

“Kalau mau untung lumayan dari usaha ternak ini harus membesarkan dengan partai besar. Makanya sekarang saya mencoba membesarkan 600 ekor dulu dan rencananya setiap selesai panen akan terus ditambah jumlahnya,” katanya.

Keuntungan Agus selama dua bulan kedepan sudah bisa diperhitungkan atau sebesar Rp. 7.980.000.

“Makanya saya tertarik beternak ayam KUB karena untungnya beda dengan beternak ayam seperti boiler atau pejantan. Selain itu, proses pembesarannya pun hanya butuh waktu dua bulan,” pungkasnya. (Ceng2/R2/HR-Online)