Minggu, Juni 26, 2022
BerandaBerita BanjarBoneka Hantu Buat Malu Pengedara Motor di Kota Banjar

Boneka Hantu Buat Malu Pengedara Motor di Kota Banjar

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Jajaran Polres Kota Banjar memiliki cara unik mengingatkan masyarakat untuk berkendara sesuai dengan ketentuan, salah satunya soal penggunaan helm yang sesuai standar bagi pengguna sepeda motor melalui boneka hantu.

Cara unik yang dilakukan Polres Banjar itu melalui boneka hantu yang dibawa oleh salah satu anggota dari Satlantas. Boneka tersebut langsung ditempel-tempelkan kepada pengendara yang tidak menggunakan helm, terutama mereka yang dibonceng.

Tak hanya diberikan peringatan melalui pengeras suara yang disampaikan salah seorang personil Satlantas, mereka juga dibuat malu oleh boneka yang menggunakan helm serta suara melalui pengeras suara di simpang jalan pusat kota.

Kasat. Lantas Polresta Banjar, AKP. Dadang Supriadi, menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan untuk mengingatkan masyarakat supaya berkendara sesuai dengan aturan, terutama menggunakan helm standar dan melengkapi surat-surat kendaraannya.

“Ini merupakan kegiatan kreatif, tujuannya menggugah masyarakat. Kami mengajak masyarakat semakin tertib berlalu lintas. Ketika sudah tertib, akan meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas,” jelas Dadang, Senin (26/08/2019).

Penggunaan boneka tersebut sudah diturunkan di beberapa lokasi di Kota Banjar, di antaranya di jalan simpang empat Soponyono, perempatan Alun-alun Banjar, dan jalan simpang empat Djarum.

Ia mengingatkan, dalam penggunaan helm harus sesuai dengan standar, minimalnya Standar Nasional Indonesia atau SNI, bukan sembarangan helm. Selain itu, pengguna juga harus memastikan tali pengaman sudah terpasang dengan baik.

“Kadang ada yang tidak memasangkan talinya, ada juga yang hanya menempelkan. Padahal seharusnya kalau memasang tali pengaman helm itu sampai terdengar suara klik pada pengaitnya. Jadi, ketika seseorang jatuh dan helmnya lepas, itu sama saja tidak menggunakan helm,” kata Dadang.

Dalam aksi ini, Polisi tidak memberikan sanksi tilang, namun melakukan tindakan persuasif kepada pengendara. Diharapkan ke depan penggunaan helm bisa menjadi kebiasaan masyarakat ketika berkendara, baik pengemudi ataupun yang dibonceng.

Tak hanya dilakukan anggota Satlantas saja, Kapolresta Banjar, AKBP. Yulian Perdana, juga turut andil dalam aksi tersebut. Di sela-sela aktivitas bersepedanya, Yulian memberikan peringatan kepada pengendara yang tidak menggunakan helm.

“Keselamatan dalam berkendara sangat penting sekali untuk diperhatikan oleh masyarakat. Melalui aksi ini, mudah-mudahan saja kesadaran masyarakat dalam berkendara yang benar bisa meningkat,” singkatnya. (Muhafid/Koran HR)

- Advertisment -