Debit Air Embung Rancabungur Ciamis Menyusut

Embung Rancabungur
Solihin (menggendong tas punggung) saat menunjukkan Embung Rancabungur di Kelurahan Benteng, Kecamatan/Kabupaten Ciamis yang debit airnya menyusut, Selasa (13/8/2019). Foto: Jujang/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Musim kemarau yang terjadi di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat sejak tiga bulan yang lalu, selain berdampak keringnya sumur warga, juga berdampak pada menyusutnya debit air di sejumlah embung.

Misalnya embung di situ Rancabungur Kelurahan Benteng, Kecamatan/Kabupaten Ciamis, Jawa Barat yang saat ini debit airnya mengalami penyusutan cukup drastis.

Pantauan HR Online di lokasi, permukaan embung Situ Rancabungur di Kelurahan Benteng, menyusut drastis.

Menyusutnya penampungan air hujan ini menjadi penanda semakin sedikitnya air sumur di sekitar kawasan tersebut.

Surutnya permukaan air dapat dilihat dari timbulnya sebagian tanah di tepi situ yang dimanfaatkan oleh warga untuk menanam sayuran.

“Airnya sudah menyusut drastis. Saya juga ikut memanfaatkan tanah timbul, ditanami sayuran. Jika musim hujan, tanah ini dan sekitarnya terendam air,” ujar Solihin warga sekitar.

Lanjut Solihin, sejak beberapa tahun lalu, fungsi embung Rancabungur hanya menjadi penampung air hujan. Padahal, sebelumnya, embung itu menjadi andalan untuk mengairi persawahan di sekitar wilayah tersebut.

“Dulu, meski pun kemarau panjang, airnya tidak pernah surut, bahkan untuk mengairi sawah. Ketika membuat lapangan, mata air tertimbun tanah, embung menjadi cepat kering. Sudah pernah dicoba digali lagi, termasuk pakai alat berat, mata air tetap tidak ketemu,” jelasnya.

Keberadaan air embung, kata dia, menjadi penanda bagaimana keberadaan air sumur di sekitar wilayah tersebut. Artinya, ketika embung mengering, sumur warga juga banyak yang kering.

“Sekarang, sumur masih ada airnya. Kalau embung kering, air sumur juga ikut kering, hanya ada beberapa sumur yang masih ada airnya,” ungkapnya.

Saat ini kata dia, hanya beberapa sumur yang masih ada airnya, itu pun airnya sedikit.

“Biasanya pagi dan sore hari, warga dekat embung mengambil air, sekaligus mencuci dan mandi di sumur yang persis di sisi embung,” tandasnya.

Perlu diketahui, Situ Rancabungur di lingkungan Cimandala Kelurahan Benteng, Kecamatan/kabupaten Ciamis mulai dioperasikan lagi tahun 2017.

Setelah sekitar 5 tahun terbengkalai, tahun 2016 ini Pemkab Ciamis melakukan rehabilitasi situ Rancabungur yang sejak dulu dikenal sebagai sumber mata air abadi bagi masyarakat.

Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Dinas Bina Marga Sumber Daya Air Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Ciamis, H Agus Komara, mengatakan, pemkab Ciamis berupaya memfungsikan kembali situ tersebut agar bisa bermanfaat bagi masyarakat.

Selama ini, kata dia, tatkala musim kemarau, situ Rancabungur tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan air masyarakat. Pasalnya sumber mata air yang ada tak lagi bisa mengeluarkan air, di samping itu sebagian situ ada yang difungsikan menjadi lapangan sepakbola. 

Menurut H Agus, keberadaan situ Rancabungur ini diharapkan bisa dioptimalkan oleh masyarakat untuk kebutuhan air. Kata dia, Situ Rancabungur luasnya mencapai 2 hektar dengan tingkat kedalaman 2 meter. Situ tersebut dapat menampung sekitar 25.000 kubik air.

“Air tersebut untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat sekitar, namun jika ada kelebihan air maka bisa dialirkan untuk irigasi ke pesawahan,” jelasnya. (Jujang/R7/HR-Online)