Dibantu Kincir Air, Saat Kemarau Petani Kertaharja Ciamis Tetap Bertani

Petani Kertaharja Ciamis
Kincir air yang dimanfaatkan Petani Desa Kertaharja, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat untuk mengairi sawah. Foto: Jujang/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Kendati saat ini memasuki musim kemarau, namun sejumlah petani di Desa Kertaharja, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, tetap bisa bercocok tanam.

Mereka memanfaatkan aliran sungai Ciseupet sebagai tenaga pembantu kincir air. Seperti kincir air yang ada di Dusun/Desa Kertaharja yang mampu mengairi sekitar 400 bara areal persawahan.

Sejak puluhan tahun lalu, masyarakat Kertaharja memanfaatkan kincir air di bantaran sungai Cisepet, sebagai alat untuk menaikkan aliran air ke sawah mereka.

“Keberadaan kincir air tersebut mampu mengairi dan menghidupi masyarakat terutama petani,” ujar Sekretaris Desa Kertaharja, Otong Dadi, Rabu (7/8/2019).

Otong mengakui sudah bertahun-tahun masyarakat membangun kincir air. Saat ini terhitung ada sekitar 5 kincir air yang mengairi sawah dan kolam di Desa Kertaharja.

“Memang sawah di Kertaharja notabene tadah hujan. Jadi masyarakat berfikir untuk membuat kincir air. Alhamdulillah, jika musim kemarau tiba pun seperti saat ini ada sebagian sawah yang masih bisa diairi,” katanya.

Lanjutnya, kincir air yang sudah berumur puluhan tahun tersebut, mesti terus dijaga dan dirawat agar bisa tetap mengairi sawah dan kolam.

Hanya saja Otong menyatakan, pemerintah daerah mesti memberikan pemahaman ataupun bantuan bagi petani dalam penyediaan teknologi tepat guna tersebut.

“Kincir air ini masih begitu tradisional, karena bahan pembuatannya hanya dari ruas bambu. Jadi kita harap, ada bantuan pemerintah dalam penyediaan teknologi tepat guna agar bisa lebih memakmurkan para petani,” jelas Otong.

Sementara salah seorang petani di Desa Kertaharja, Yayat, menyatakan, masyarakat sering swadaya dalam memperbaiki kincir air. Menurutnya, kincir air tersebut ada yang dibangun dari tahun 1970an.

“Artinya sudah berpuluh-puluh tahun, kincir air memberi kehidupan bagi masyarakat,” ucapnya. 

Saat ini, sawah miliknya sudah ditanam padi dengan usia sekitar 3 bulan. “Tinggal menunggu panen sebentar lagi,, mudah-mudahan tidak ada serangan hama,” tandasnya. (Jujang/R7/HR-Online)