Direktur RSUD Pangandaran Diharap Siapkan Dokter Spesialis Sebelum Januari 2020

Direktur RSUD Pangandaran
Pelantikan Direktur RSUD Pangandaran di Aula Setda Kabupaten Pangandaran, Senin (5/8/2019).

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),– Bupati Pangandaran, H Jeje Wiradinata, berharap drg. Asep Kemal Pasha, So. KGA, MM, direktur RSUD Pangandaran yang baru dilantik, segera menyiapkan dokter spesialis untuk bertugas di Rumah Sakit yang rencananya akan dibuka pada Januari 2020 itu.

“Hari ini direktur dilantik dalam rangka mempersiapkan segala sesuatunya, agar nanti bulan Januari sudah berjalan, terutama persoalan Sumber Daya Manusia terkait dokter spesialis yang nanti mengisi di Rumah Sakit,” kata Jeje, usai pelantikan Direktur RSUD Pangandaran di Aula Setda Pangandaran, Senin (5/8/2019). 

Jeje menuturkan, dilaksanakannya pelantikan merupakan salah satu bagian terpenting dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) Rumah Sakit Kabupaten Pangandaran.

“Rumah sakit ini progresnya sekarang sudah mencapai 90 persen, jadi kalau berjalan terus, bulan Desember sudah selesai,” kata Jeje.

Lebih lanjut Jeje menambahkan, persiapan SDM berkaitan dengan target dari pemerintah Kabupaten Pangandaran yang mengharapkan Januari 2020 Rumah Sakit bisa berjalan.

“Saya punya target pada awal Januari RSU ini operasionalnya sudah bisa berjalan,” kata Jeje. 

Jeje berharap agar segala persoalan terkait RSUD dapat diselesaikan dalam waktu 3 bulan.

“Walaupun tidak ada operasionalnya, namun harus secepatnya diselesaikan, karena kita ingin seluruh aspek persoalan RSUD bisa berjalan pada bulan Januari nanti,” katanya.

Jeje menambahkan, ditunjuknya drg Asep Kemal sebagai direktur RSUD Pangandaran, lantaran punya pengalaman.

“SDM yang baru dilantik berasal dari kita, dari Puskesmas, pak dokter Asep Kemal itu sudah berpengalaman di RSU Ciamis, untuk mengelola RSU pangandaran itu harus punya pengalaman,” katanya.

Selain itu, Jeje juga menyebutkan untuk meningkatkan masalah pelayanan, jika perlu pihaknya akan melakukan studi banding.

“Kita belum ada yang punya pengalaman untuk meningkatkan masalah pelayanan, mengelola bagaimana pelayanan yang terbaik, kalau perlu kita studi banding,” pungkas Jeje. (Madlani/R7/HR-Online)