Diskusi Sambil Ngopi, Cara Kopi Pagma Pangandaran Kurangi Kenakalan Remaja

Kopi Pagma
Diskusi rutin yang digelar Kopi Pagma. Foto: Istimewa

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Puluhan pemuda dan masyarakat Dusun Empangsari, Desa Kalipucang, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran memiliki kegiatan menarik untuk mengurangi angka kenakalan remaja. Melalui kegiatan diskusi tiap minggu yang bernama Kopi Pagma atau Komunitas Pencari Inspirasi Paguyuban Generasi Muda, mereka menduskusikan berbagai hal, terutama masalah keagamaan.

Anwar Hidayat, Ketua Kopi Pagma, kegiatan tersebut tiada lain untuk memberikan kesempatan kepada remaja, pemuda dan masyarakat setempat memecah berbagai persoalan yang dihadapi serta menambah wawasan. Dengan konsep diskusi sambil minum kopi setiap Rabu malam, komunitas ini juga menggandeng pemerintah, TNI dan Polisi untuk mengikuti diskusi.

“Kalau yang suka kopi, kami sudah sediakan sebagai pelengkap diskusi. Dengan seperti ini, para peserta diskusi akan lebih akrab dan santai. Selain di sekitar dusun ini, kita juga melebarkan sayap ke sekolah-sekolah. Pada prinsipnya kegiatan ini untuk mengurangi kenakalan remaja, penyebaran radikalisme serta hal negatif lainnya melalui metode persuasif,” jelasnya.

Anwar menambahkan, komunitas ini sudah menjalankan kegiatan rutin ini sejak tahun 2012 silam dan masih berjalan sampai saat ini. Bahkan, sudah mendapatkan penghargaan terbaik pertama dari Kementrian Agama Jawa Barat dalam kategori pencegahan radikalisme.

“Karena dalam diskusi ini banyak juga yang berkaitan dengan keagamaan, Alhamdulillah dampaknya juga sangat bagus sekali bagi peserta,” pungkasnya.

Deni Tekmo, salah satu peserta diskusi, mengatakan, dirinya mengaku senang bisa bergabung dalam diskusi bersama Kopi Pagma ini. Selain menambahkan pengetahuan, juga menambah rasa kebersamaan antar pemuda di lingkungan.

“Saya kira ini sangat bagus sekali bagi generasi muda. Jika di semua daerah di Pangandaran bisa seperti ini, saya yakin para remaja bisa lebih terarahkan ke dalam kegiatan yang positif, dan kenakalan remaja bisa berkurang,” ucapnya. (Entang/R6/HR-Online)