Selamatkan Sawah dari Gagal Panen, Distan Pangandaran Salurkan Bantuan Pompa Besar

pompa besar
Pembangunan mesin pompa besar di Desa Jangraga Kecamatan Mangunjaya, Kecamatan Pangandaran. Foto: Enceng/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, menyalurkan bantuan pompa besar untuk areal persawahan yang mengalami kekeringan akibat kemarau.

Bantuan itu bersumber dari APBN yang diperuntukan untuk menyelamatkan areal persawahan produktif di Desa Jangraga, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran yang kini terancam gagal panen.

“Bantuan ini sifatnya hibah dan langsung diberikan kepada kelompok masyarakat. Pengerjaan kontruksi perpompaannya pun dikelola secara swakelola,” kata Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Tina Maryana, Senin (12/08/2019).

Tina menambahkan, total anggaran bantuan tersebut sebesar Rp107.600.000 yang meliputi untuk biaya pengerjaan bangunan sarana perairan dan pembelian mesin pompa besar.

“Untuk anggaran tahun ini, Kabupaten Pangandaran hanya mendapat satu titik bantuan, yaitu di Desa Jangraga, Kecamanatan Mangunjaya, tepatnya di areal persawahan yang tergabung dalam Kelompok Tani Mulya Jaya II,” katanya.

Menurut Tina, apabila sudah selesai dibangun, mesin pompa besar itu mampu mengairi 26 hektare areal persawahan. Hanya saja, kata dia, kemampuan pompa tersebut belum bisa melayani pasokan air ke seluruh areal persawahan di Desa Jangraga.

“Areal persawahan di Desa Jangraga yang mengalami kekeringan sekitar 50 hektare. Jadi, mesin pompa ini hanya bisa dijalankan untuk setengah jumlah dari total areal persawahan di daerah tersebut,” ujarnya.

Namun begitu, lanjut Tina, untuk mengantisipasi kecemburuan sosial di masyarakat pihaknya sudah melakukan musyawarah dengan warga pemilik lahan. Dalam pertemuan itu disepakati pemanfaatan mesin pompa dilakukan secara bergilir.

“Biar semua areal sawah di daerah itu kebagian jatah air. Pada intinya kami berharap dengan bantuan ini sawah warga yang terancam gagal panen bisa terselamatkan,” ujarnya.

Tina mengatakan saluran air dari mesin pompa berukuran 8 inci. Diharapkan pasokan air dari mesin pompa tersebut dapat banyak menyelamatkan areal persawahan yang terancam gagal panen.

“Memang tidak semua areal persawahan di Desa Jangraga bisa diselamatkan. Ada beberapa lahan yang tanaman padinya sudah keburu mati. Makanya produksi beras di deerah itu diperkirakan akan menurun di kisaran 4,8 ton per hektare. Kalau cuaca normal bisa mencapai 6,4 per hectare,” ujarnya. (Ceng2/R2/HR-Online)