Fasilitas Pemotongan Ternak di Ciamis Ini Dipertanyakan

Pemotongan ternak
Fasilitas pemotongan ternak yang berada di Desa Banjaranyar, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Foto: Suherman/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Masyarakat Desa Banjaranyar, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat menyayangkan tidak berfungsinya tempat pemotongan ternak yang dibangun beberapa tahun silam dengan nominal anggaran ratusan juta rupiah.

Informasi HR di lapangan, tempat pemotongan ayam yang dibangun di Dusun Sukanagara, Desa Banjaranyar tersebut menyimpan banyak permasalahan, sehingga diperlukan adanya pembenahan secara serius oleh pemerintah.

“Sejak didirikan bangunan ini tidak satu kali pun beroperasi. Sayang saja, anggarannya kan cukup besar, namun sama sekali tidak ada manfaatnya bagi masyarakat atau lingkungan,” terang beberapa warga yang enggan menyebutkan namanya.

Bangunan pemotongan ternak tersebut disinyalir hanya sebatas modus menghamburkan anggaran pemerintah semata. Pasalnya bangunan yang didirikan di atas tanah milik perseorangan tersebut sama sekali tidak pernah menghasilkan apa-apa bagi masyarakat.

Kepala Desa Banjaranyar, Tata, saat ditemui Koran HR, Selasa (12/08/2019), membenarkan bahwa bangunan pemotongan ternak yang anggarannya mencapai hingga setengah milyar tersebut tergolong mubazir.

“Sebenarnya saya tidak begitu tahu dalamnya. Darimana Sumber anggarannya pun saya tidak tahu. Hanya saja sebelumnya, saya memang pernah dipintai untuk menandatangani pengajuan tersebut oleh seseorang. Namun setelah anggarannya cair, saya tidak tahu. Kan yang mengerjakannya juga pihak rekanan,” katanya.

Masih menurut Tata, bangunan pemotongan ayam tersebut didirikan pada zaman mendiangnya Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, H. Asep Roni.

“Katanya itu program beliau. Saya tidak tahu bersumber darimana anggaran tersebut. namun secara pasti, sejak didirikan bangunan ini tidak pernah dimanfaatkan atau berjalan. Sekalipun tidak pernah,” katanya.

Dengan tidak pernah digunakannya bangunan pemotongan ayam tersebut, masyarakat Banjaranyar kini berharap agar bangunan tersebut segera diaudit. Dan bangunannya bisa dialih fungsikan untuk sarana kemasyarakatan. Mengingat, Kecamatan Banjaranyar masih membutuhkan banyak fasilitas. (Suherman/Koran HR)