Gebyar Lomba Kreatifitas Anak di Pangandaran Berlangsung Meriah

Gebyar Lomba Kreatifitas Anak di Pangandaran Berlangsung Meriah
Gebyar Lomba Kreatifitas Anak di Pangandaran Berlangsung Meriah. Foto : Dokumentasi KKN IAID Ciamis/ HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Gebyar Lomba Kreatifitas Anak tingkat Taman Kanak-Kanak (TK), Raudhatul Athfal (RA), Kelompok Bermain (KOBER), dalam rangka Hut Ke-74 Republik Indonesia resmi dibuka, bertempat, di Aula Desa Bangunjaya.

Kegiatan ini digelar oleh kelompok Kuliah Kerja Nyata Institut Agama Islam Darussalam (KKN IAID) Ciamis yang bekerja sama dengan Panitia Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) Desa Bangunjaya, Kecamatan Langkaplancar, Senin (12/08/2019).

Selain menjadi program kerja KKN, lomba kreatifitas mewarnai ini termasuk dalam rangkaian kegiatan PHBN Desa Bangunjaya.  Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dan dihadiri oleh 200 peserta. Peserta terdiri dari siswa/ siswi TK/ RA serta KOBER seluruh Desa Bangunjaya.

Apresiasi PHBN Bangunjaya

Ketua PHBN Desa Bangunjaya, Jaka Permana, membuka acara sekaligus menyampaikan ungkapan syukur kepada semua pihak yang telah berpartisipasi.

“Saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak. Termasuk kepada Mahasiswa KKN IAID yang ikut menyumbangkan gagasannya. Mudah-mudahan acara seperti ini kedepannya bisa berkelanjutan,” katanya.

Di sisi lain, sebelum memulai lomba, Linda Supyati, S.Pd. AUD., memberi pengarahan dan motivasi kepada para peserta dan orang tua mengenai program Gerakan Nasional Baca Buku “Gernas Baku”.

Linda menjelaskan perlunya pemahaman akan minat literasi anak, dan momentum lomba ini diharapkan dapat mendorong orang tua yang senantiasa membimbing anaknya untuk mencintai buku melalui cerita-cerita dongeng.

“Satu hal yang diharapkan bahwa anak dapat mencintai buku dan mau membaca buku. Dengan membaca buku kebijakan pola berpikir anak akan bertambah dalam mendukung perkembangan karakternya,” kata Ketua Pusat Kegiatan Gugus (PKG) PAUD Kecamatan Langkaplancar tersebut.

Menurut Linda, di PAUD bukan berarti anak dieksploitasi untuk sanggup dalam segala bidang ilmu. Dalam hal yang pertama, perlunya penanaman moral kepada anak. Dengan cara orang tua membacakan buku, anak dapat berbagai macam manfaat.

“Dengan membacakan buku-buku dongeng kepada anak, itu dapat menjalin kedekatan antara orang tua dan anak. Dapat menanamkan minat baca. Serta menanamkan pesan-pesan moral yang terdapat di dalam buku,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, salah satu wakil peserta menyambut baik kegiatan ini. Norma Amelia (19), berharap semoga acara seperti ini tetap berkesinambungan.

“Kegiatan yang sangat baik bagi anak dalam mengembangkan potensinya. Mudah-mudahan kedepan bisa diadakan lagi,” ujarnya. (Deni/R4/HR-Online)

Loading...