Halaqoh Kiai Muda di Kota Banjar; Ajak Pesan Damai Tangkal Radikalisme

Halaqoh Kiai Muda di Gedung Dakwah Kota Banjar
Halaqoh Kiai Muda di Gedung Dakwah Kota Banjar. Foto: Istimewa

Berita Banjar, (harapanrkayat.com),- Gerakan Pemuda Ansor Kota Banjar menghadirkan sejumlah Kiai Muda dalam halaqoh kebangsaan yang berlangsung di Gedung Dakwah Islam Banjar, Sabtu (24/8/2019).

Kiai muda tersebut di antaranya Ulil Albab Ketua Aswaja Center Jateng, M Nurruzaman Densus 99 Banser, Mohammad Khamim musafir Pekalongan-Makkah, Muhammad Idris Ketua MDS Rijalul Ansor, serta Deni Ahmad Haidar Ketua PW Ansor Jabar.

Pantauan HR Online di lapangan, sejumlah kiai muda tersebut melakukan pembahasan dengan ratusan peserta yang hadir dari berbagai kalangan. Secara garis besar, mereka membahas seputar kebangsaan serta radikalisme.

Ketua GP Ansor Kota Banjar, Supriyanto, mengatakan, para tokoh kiai muda di tengah masyarakat memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman keagamaan kepada masyarakat. Namun yang menjadi catatan, kata Ia, adalah pemahaman agama yang mendamaikan, bukan menebar kebencian apalagi mempengaruhi masyarakat untuk membuah gaduh di NKRI ini.

“Sebagai ujung tombak, mereka tentunya harus mempunyai banyak pengetahuan, terlebih saat ini banyak persoalan radikalisme dan munculnya kelompok-kelompok anti negara. Kalau tidak begitu nanti bangsa kita mudah terpecah-belah,” ujar Supri.

Di tempat yang sama, Tri Pamuji Rudianto, pengurus Ansor lainya menambahkan, melalui acara ini, pihaknya ingin menyampaikan pesan islam ajaran Aswaja bersifat moderat, tidak membenci kelompok kecil, minoritas ataupun kelompok lain di luar islam.

“Sehingga dengan begitu bisa hidup berdampingan, saling membantu dan menjaga dalam kehidupan bermasyarakat,” imbuhnya.  

Sementara itu, Ulil Albab, mengatakan, upaya menangkal bibit-bibit radikalisme saat ini tidak hanya cukup dengan metode tradisional saja, akan tetapi dengan memanfaatkan teknologi modern.

Seperti halnya penggunaan media sosial, kata Ulil, bisa dimanfaatkan untuk menyebarkan konten positif terhadap para pengguna.

“Tentunya ini sesuai dengan keahlian masing-masing, seperti melalui kajian dan pemikiran atau lewat konten kreatif yang mencerahkan,” katanya.

Strategi berdakwah melalui media sosial itu, lanjut Ulil, merupakan upaya membentengi generasi milenial dari berbagai fitnah yang terus diproduksi, provokasi, propaganda serta lainnya yang berdampak pada tumbuhnya paham radikal.

“Anak-anak muda harus punya semangat memakmurkan masjid, giat mengisi majlis taklim dan menyebarkan dakwah perdamaian yang mencerahkan, bukan penebar kebencian,” tegasnya. (Muhlisin/R6/HR-Online)