Hewan Misterius Pemangsa Unggas Belum Terungkap, BKSDA Ciamis Pasang Perangkap

hewan misterius
Petugas BKSDA memasang perangkap untuk menangkap hewan misterius yang disimpan di area sawah di Dusun Warung Wetan, Desa Imbanagara, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis. Foto: Fahmi/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Belum terungkapnya hewan misterius yang memangsa puluhan ternak unggas di Dusun Warung Wetan, Desa Imbanagara, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, memaksa pihak kepolisian dan BKSDA (Bidang Konservasi Sumber Daya Alam) Wilayah III Ciamis harus turun tangan.

Untuk mengungkap sekaligus menangkap hewan yang disebut-sebut berbadan mirip anjing dan bermata merah itu, BKSDA memasang perangkap dengan menggunakan umpan seekor bebek. Namun sayang, setelah dua hari dipasang perangkap, hasilnya selalu nihil.

Keberadaan hewan misterius itupun dikabarkan menghilang dan tidak lagi menyerang kandang ternak warga setempat.

Kepala Resort Wilayah XX Gunung Sawal BKSDA Ciamis, Warid, mengatakan, setelah mendapat laporan, pihaknya bersama pihak kepolisian melakukan penangkapan hewan yang meresahkan warga Imbanagara. Menurutnya, operasi penangkapan akan dilakukan selama seminggu dari mulai petugasnya turun ke lapangan.

“Petugas kami bersama pihak kepolisian sudah dua hari turun ke lapangan. Selain itu, petugas pun ikut ronda malam bersama warga untuk melakukan penangkapan,” ujarnya, Sabtu (31/08/2019).

Namun begitu, lanjut Warid, upaya pihaknya belum berbuah hasil, meski sudah memasang perangkap berbentuk kandang yang terbuat dari besi dengan umpan seekor bebek. “Selain memasang perangkap, kami pun melakukan perburuan,” ujarnya.

Menurut Warid, perburuan dilakukan dengan menyusuri areal perkebunan warga dan bantaran sungai Cipalih sejauh 2 kilometer. Setelah dilakukan pencarian, kata dia, belum ditemukan sosok hewan yang meresahkan warga tersebut.

“Pada perburuan itu memang kami menemukan sebuah lubang yang diduga tempat persembunyian hewan tersebut. Namun, ketika lubang itu dikorek, tidak ditemukan apa-apa,” ujarnya.

Meski begitu, lanjut Warid, pihaknya akan menyelesaikan perburuan selama seminggu. Apabila dalam waktu seminggu hewan misterius itu tidak ditemukan dan tidak lagi meresahkan, maka operasi perburuan akan dihentikan.

“Nanti setelah seminggu akan kami evaluasi. Kalau warga sudah merasa aman, maka proses perburuan dihentikan. Tetapi kalau hewan itu kembali muncul dan meresahkan lagi, maka akan kami kejar sampai dapat,” ungkapnya.

Dari pantauan di lapangan, perangkap yang dipasang BKSDA disimpan di sekitar sawah dekat sungai cipalih. Menurut warga, hewan misterius itu selalu datang dan kemudian kabur ke arah sungai tersebut.

Namun, setelah alat perangkap selama dua hari dipasang, hewan misterius itu tidak kembali muncul. Malah saat diburu oleh petugas dan warga pun keberadaan hewan itu seakan menghilang dan tidak lagi ditemukan jejaknya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Warga Warung Wetan Desa Imbanagara, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, dalam dua minggu terakhir ini diresahkan dengan munculnya hewan misterius yang memangsa puluhun ternak unggas. Si pemangsa ternak itu hingga saat ini belum diketahui hewan apa dan masih menyimpan misteri.

Hanya saja warga pernah melihat penampakan hewan bertubuh mirip anjing dengan sorot mata menyala berwarna merah berkeliaran di kampung mereka. Namun ketika hewan itu dikejar warga, seketika menghilang.

Munculnya serangan dari hewan misterius ini tak pelak membuat warga cemas. Warga setiap malam rutin menggelar ronda sembari melakukan perburuan terhadap hewan misterius tersebut. Jangankan berhasil ditangkap, memastikan si pemangsa itu berjenis hewan apa hingga kini belum terungkap.

Hanya saja warga sudah mendapat jejak kaki hewan tersebut yang ditemukan di lumpur kolam ikan. Kalau dilihat dari bentuk kakinya, hewan itu menyerupai jejak binatang buas. Namun, apabila dikatakan seekor anjing, kaki hewan itu terlihat besar dan tidak seperti kaki anjing. (Fahmi2/R2/HR-Online)