Hibernasi Pada Manusia, Mungkinkah Itu Terjadi dan Apa Alasannya

Ilustrasi Hibernasi Pada Manusia
Ilustrasi Hibernasi Pada Manusia. Foto: Ist/ayobandung.com

Hibernasi pada manusia mungkinkah hal itu bisa terjadi? Hibernasi adalah sebuah kemampuan alami yang dimiliki hewan yang memiliki darah panas agar bisa bertahan hidup pada kondisi ekstrim pada musim dingin.

Saat cuaca dingin, apakah anda sempat membayangkan bahwa diri anda mematikan sementara diri anda sampai cuaca menghangat.

Hal ini hanya bisa terjadi bila anda tidur dengan kondisi hibernasi.

Banyak hewan yang telah melakukan hal itu.Tapi apakah kemampuan yang sama juga dimiliki manusia? Apakah hibernasi pada manusia bisa terjadi?

Walaupun ide semacam ini masih fiktif, akan tetapi para ilmuwan sudah lama memimpikan supaya bisa dilakukan hibernasi pada manusia.

Kondisi hibernasi ini tentunya akan sangat berguna saat manusia melakukan perjalanan ke luar angkasa dan menuju ke planet lain.

Misalnya dilakukan saat perjalanan menuju planet Proxima b yang paling dekat dengan planet bumi.

Perjalanan ini memerlukan waktu 50.000 tahun agar bisa sampai ke sana. Saat melakukan perjalanan ini anda tentunya tidak mungkin menunggu hingga ribuan tahun di pesawat luar angkasa.

Jika anda memilih tidur sepanjang perjalanan atau dengan berhibernasi, maka perjalanan ribuan tahun tidak terasa lama.

Perjalanan dari bumi ke planet Mars akan menghabiskan waktu 6 sampai 9 bulan. Ini akan jauh lebih baik bila astronot menghemat energi saat perjalanan dengan hibernasi.

Tapi, apa hibernasi pada manusia itu bisa terjadi? Jika tidak, apa alasan yang mendasarinya?

Pengertian Hibernasi

Hibernasi adalah sebuah kegiatan berupa tidur panjang yang dilakukan oleh hewan homoioterm atau yang memiliki jenis darah panas.

Seperti beruang, burung dan berbagai mamalia kecil lain. Tujuannya adalah untuk mempertahankan diri dari kondisi ekstrim musim dingin.

Saat musim dingin datang, biasanya persediaan makanan akan berkurang.

Ini membuat berbagai macam hewan tersebut memilih beristirahat dengan jangka waktu cukup lama. Bahkan hingga sampai 9 bulan lamanya.

Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk bisa mempertahankan hidup.

Ketika hewan tersebut berhibernasi, kondisi metabolisme dari hewan ini menurun drastis.

Seperti detak jantung dan juga suhu tubuh. Cadangan lemak yang terdapat dalam tubuh mereka dimanfaatkan sebagai sumber energi yang dikeluarkan saat tidur.

Melihat hal itu, apakah mungkin hal yang serupa juga bisa terjadi pada manusia?

Hibernasi Pada Manusia

Bradford dan juga koleganya yang berasal dari Space Works Enterprises dan juga NASA memberikan laporan bahwa sudah berhasil menginduksi kondisi hibernasi.

Meskipun masih hibernasi ringan, ini dilakukan pada manusia dengan sistem hypometabolic dalam waktu 14 hari lewat metode hipotermia terapeutik.

Dalam metode ini, suhu tubuh pada manusia diturunkan sampai dengan mendekati suhu titik beku air.

Dengan begitu akan memperlambat fungsi dari sel dan juga otak. Berdasar dari hasil percobaan yang dilakukan, tidak ditemukan kerusakan yang terjadi pada tubuh pasien.

Sehingga percobaan dengan metode ini dianggap aman bagi manusia.

Disamping menggunakan metode Hipotermia terapeutik, telah ditemukan pula molekul 5′-Adenosin Monofosfat atau 5′-AMP tahun 2006 oleh Zhang dan kolega.

Ini akan membuka peluang yang besar terhadap terwujudnya hibernasi pada manusia.

Molekul 5’-AMP dapat menurunkan afinitas dari sel darah merah yang berikatan dengan oksigen.

selain itu menekan proses respirasi sel atau glikolisis, proses yang mengacu pada kondisi hibernasi.

Bukan itu saja, gen yang memiliki peran terhadap proses hibernasi juga ada dalam tubuh manusia.

Manfaat Hibernasi

Disamping hibernasi berguna untuk manusia saat melakukan perjalanan ke luar angkasa, hibernasi juga bisa berguna untuk perkembangan bidang kesehatan masa depan.

Hibernasi bisa mengurangi kemungkinan kerusakan organ di dalam penyakit kronis seperti jantung, stroke atau hipoksia.

Aspek lain yang berhubungan dengan teknologi kryogenik. Dalam hal ini tubuh pasien yang menderita penyakit kronis belum bisa disembuhkan masa kini bisa diawetkan beberapa tahun.

Mereka bisa dibangunkan kembali ketika teknologi medis yang diperlukan sudah tersedia.

Mereka dapat sembuh dengan memperoleh pengobatan dengan teknologi modern yang telah diciptakan di masa yang akan datang.

Masih Perlu Waktu

Walaupun saat ini sudah banyak sekali penelitian yang fokus di dalam mempelajari kemungkinan untuk hibernasi pada manusia.

Akan tetapi impian untuk dapat melakukan hibernasi bertahun-tahun seperti yang ditayangkan pada film fiksi ilmiah ini masih jauh dari perkiraan kita.

Saat ini teknologi yang dimiliki manusia masih belum mampu dan belum memungkinkan hibernasi dilakukan dalam jangka waktu lama.

Bukan itu saja, efek samping yang kemungkinan muncul setelah hibernasi juga harus diteliti lebih lanjut.

Mengingat bahwa hibernasi bukanlah kemampuan alami yang dimiliki manusia.

Kondisi tidur dengan waktu yang sangat lama terlebih hingga bertahun-tahun bisa mempengaruhi fungsi otak dan juga memori.

Meski begitu, memang tak menutup kemungkinan hibernasi pada manusia bisa diwujudkan suatu saat nanti oleh manusia masa depan. (R9/HR-Online)