Hibernasi pada Manusia, Mungkinkah Itu Terjadi dan Apa Alasannya

Ilustrasi Hibernasi Pada Manusia
Ilustrasi Hibernasi Pada Manusia. Foto: Ist/ayobandung.com

Hibernasi pada manusia, apakah hal tersebut bisa terjadi? Hibernasi ini memiliki arti yang berbeda dengan hibernasi pada hewan. Memang sudah lazim ketika mendengar hewan melakukan hibernasi. Bahkan hibernasi tersebut terjadi pada waktu-waktu tertentu.

Istilah hibernasi pastinya sudah tidak asing lagi. Namun tidak sedikit orang yang mengetahui arti sebenarnya dari hibernasi tersebut. Sebuah kemampuan alami yang terjadi pada hewan berdarah panas agar bisa hidup pada cuaca dingin merupakan pengertian hibernasi.

Spesies hewan tentunya berbeda-beda, ada yang berdarah dingin dan panas. Hewan berdarah panas tentunya harus menyesuaikan hidupnya ketika cuaca dingin datang. Terkadang kondisinya begitu ekstrim sehingga banyak yang tidak bisa bertahan hidup.

Ketika cuaca begitu ekstrim bahkan melebihi batas normal, pernahkah anda merasa bahwa tubuh mematikan sementara? Kemudian tubuh akan kembali seperti semula ketika cuaca sudah hangat. Hal ini biasanya terjadi ketika anda tertidur dengan kondisi hibernasi.

Hibernasi pada Manusia, Apakah Mungkin Terjadi?

Tidak sedikit hewan yang telah melakukan penyesuaian dengan cara hibernasi. Hal ini bertujuan agar hewan tersebut bisa bertahan hidup. Selain itu, hal yang menjadi pertanyaan adalah apakah hal ini bisa terjadi pada manusia?

Apakah terdapat kemungkinan jika hibernasi untuk manusia bisa terjadi? Hibernasi memang terdengar tidak nyata atau fiktif. Namun para ilmuwan mengungkapkan bahwa hibernasi memiliki manfaat untuk manusia.

Tubuh manusia yang mengalami hibernasi tentunya lebih kepada tidur panjang. Kondisi ini sangat bermanfaat bagi mereka yang ingin menjelajahi luar angkasa. Misalnya berkunjung ke planet yang lebih dekat dengan Bumi. Seperti planet Proxima b yang memiliki jarak dekat dengan Bumi.

Baca juga: Rotasi Bumi Melambat Disinyalir Sebabkan Gempa Besar

Meskipun memiliki jarak yang dekat, namun perjalanan untuk sampai ke planet tersebut cukup lama. Selain itu, perjalanan yang sangat lama membuat tubuh kehilangan energi. Sehingga akan lebih baik jika melakukan hibernasi.

Hal ini juga bisa terjadi pada perjalanan ke planet Merah. Perjalanan ke luar angkasa tepatnya ke Mars membutuhkan waktu sekitar 8 hingga 9 bulan. Waktu yang sangat lama dan membuat tubuh kehilangan banyak energi. Dalam hal ini, hibernasi pada manusia sangat efektif jika anda lakukan.

Tidur panjang membuat astronot tidak akan membuatnya merasa telah melalui perjalanan yang sangat lama. Sisi lainnya, astronot juga bisa menghemat energi saat perjalanan. Sehingga waktu 8 hingga 9 bulan akan terasa lebih cepat.

Menghemat energi dengan cara hibernasi memang sangat penting. Energi yang terkuras terlalu banyak dapat membuat tubuh kurang sehat. Hal ini juga membuat imun semakin menurun. Inilah yang biasanya terjadi pada hewan yang berdarah panas.

Pengertian Hibernasi Berdasarkan Perilaku Hewan

Ketika musim hangat telah usai, maka sumber makanan menjadi menipis. Agar bisa bertahan hidup dalam kondisi yang kurang hangat, tentunya harus melakukan hibernasi. Secara detail, pengertian hibernasi adalah kegiatan tidur panjang hewan homoioterm.

Istilah homoioterm memiliki arti hewan yang berdarah panas. Contohnya adalah mamalia kecil, burung, dan juga beruang. Beberapa hewan tersebut melakukan hibernasi ketika cuaca ekstrim musim dingin telah tiba. Aktivitas hibernasi juga berarti bahwa hewan akan beristirahat dalam jangka waktu lama.

Kurang lebih selama 9 bulan lamanya. Waktu yang sangat lama hingga cuaca kembali menghangat. Selain itu, jika hal tersebut terjadi pada manusia, maka hampir sama seperti keadaan koma. Hewan yang sudah mulai melakukan hibernasi memiliki kondisi yang lemah.

Hibernasi pada manusia juga berpengaruh pada kondisi tubuh yang lemah. Sebab, metabolisme tubuh akan menurun secara drastis. Hewan yang berada dalam masa hibernasi memiliki kondisi detak jantung yang lemah. Bahkan suhu tubuhnya juga sangat lemah sehingga sama seperti mematikan diri.

Ketika hewan melakukan hibernasi, cadangan lemaknya akan berfungsi. Cadangan lemak tersebut nantinya akan menjadi sumber energi ketika tidur. Aktivitas tidur yang sangat lama juga membutuhkan energi. Sehingga bukan hanya tidur tanpa energi layaknya kondisi mati.

Hibernasi yang Terjadi pada Manusia

Penjelasan mengenai hibernasi tampaknya tidak mungkin terjadi pada manusia. Namun ternyata tubuh kemungkinan pernah mengalami hibernasi. Hibernasi pada manusia pastinya berbeda dengan proses yang terjadi pada hewan.

Bradford serta rekannya dari Space Work Enterprises dan NASA memberikan laporan perihal hibernasi. Ia bersama dengan rekannya ternyata berhasil menginduksi kondisi hibernasi. Meskipun kondisi tersebut terbilang ringan, namun sekiranya sudah berhasil.

Proses ini bisa terjadi pada manusia menggunakan sistem yang bernama hypometabolic. Hibernasi ini terjadi dalam waktu sekitar 14 hari dengan metode hipotermia terapeutik. Metode ini membuat tubuh manusia mengalami penurunan suhu yang sangat drastis.

Baca juga: Benarkah Sperma Manusia Bisa Bertahan Hidup di Luar Angkasa?

Bahkan suhu tersebut sampai mendekati titik beku air. Suhu yang jauh dari batas normal membuat metabolisme dan kinerja tubuh kurang optimal. Bahkan fungsi dan sel otak juga semakin lambat, bahkan seperti orang kritis.

Hasil Percobaan Hibernasi

Percobaan hibernasi pada manusia ini cukup berbahaya. Namun dari hasil percobaan tersebut tidak ada temuan kerusakan atau tanda aneh dari pasien. Pasien percobaan juga kembali normal dengan tubuh yang sehat tanpa masalah. Dari percobaan tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa metode ini terbukti aman.

Penggunaan metode Hipotermia terapeutik sendiri terdapat pada molekul 5′-Adenosin Monofosfat atau 5’AMP. Penemuan ini terdeteksi sekitar tahun 2006 oleh ilmuwan Zhang dan rekannya. Hal ini semakin membuka peluang akan terjadinya akivitas hibernasi.

Molekul bernama 5′-AMP berpengaruh pada afinitas sel darah merah. Perlu anda ketahui bahwa sel darah merah memiliki keterkaitan dengan oksigen. Kemudian berpengaruh pula pada penekanan proses respirasi sel atau glikolisis.

Proses ini mengarah pada kondisi hibernasi. Tidak hanya itu saja, gen juga memiliki peranan penting pada proses hibernasi. Sebab, kemungkinan terdapat gen yang tidak cocok dengan proses hibernasi.

Apabila Hibernasi pada Manusia Terjadi, Apa Manfaatnya?

Hibernasi terjadi melalui proses percobaan memiliki hasil yang memuaskan. Selain bermanfaat untuk bepergian ke luar angkasa, ada manfaat lain dari hibernasi ini. Salah satunya adalah untuk perkembangan masa depan pada bidang kesehatan.

Hibernasi dapat berpengaruh pada kesehatan. Beberapa manfaatnya adalah meminimalisir terjadinya kerusakan organ tubuh. Terutama untuk kerusakan yang memiliki sifat kronis seperti jantung dan stroke. Kemudian penyakit hipoksia dan sejenisnya.

Baca juga: Karakteristik Samudra Pasifik dan Fakta Menarik Didalamnya

Hibernasi pada manusia juga berhubungan dengan teknologi kryogenik. Tubuh pasien yang memiliki penyakit kronis dan belum sembuh bisa melalui proses pengawetan. Hal ini bisa terjadi hingga beberapa tahun yang akan datang.

Kemudian tubuh tersebut bisa bangun kembali ketika teknologi medis telah tersedia. Tentunya dengan peralatan yang lebih canggih dan mumpuni. Para pasien ini kemungkinan besar dapat sembuh dengan perawatan intensif berbasis teknologi.

Teknologi tersebut akan membantu pasien untuk bangun dan menyembuhkan penyakit kronisnya. Hal ini mungkin terjadi jika teknologi tersebut telah tercipta pada masa depan.

Penelitian Hibernasi untuk Manusia

Ada banyak penelitian yang berfokus pada hibernasi ini. Namun hal ini terbilang cukup rumit. Mengingat hibernasi lazimnya hanya terjadi pada hewan berdarah panas saja. Objek mengenai hibernasi pada manusia memang kurang nyata.

Namun para ilmuwan tetap ingin merealisasikan hal tersebut. Sehingga proses hibernasi tidak hanya terjadi pada adegan film saja. Para ilmuwan ingin menjadikan hal tersebut sebagai aktivitas yang nyata.

Namun hal tersebut masih jauh dalam perkiraan. Sebab, hibernasi pada manusia kemungkinan hanya bisa terjadi pada kondisi tertentu. Percobaan yang berhasil sudah pasti membutuhkan proses panjang. Sebab, objek percobaan tersebut adalah manusia.

Meskipun sudah masuk dalam masa modern, namun hal tersebut belum mendukung penelitian ini. Rekayasa teknologi belum memungkinkan adanya hibernasi ini. Bahkan untuk waktu yang sangat lama atau jangka panjang.

Efek samping yang akan muncul nantinya menjadi resiko tersendiri. Pada awalnya mungkin akan terkesan baik-baik saja, namun pada akhirnya muncul hal tidak wajar. Hal ini menjadi salah satu masalah yang memerlukan penelitian ulang.

Tidak mungkin percobaan yang akan terlaksana berakhir dengan resiko. Beberapa resiko kemungkinan muncul karena hibernasi, bukan kemampuan aslinya. Tidur panjang yang dilakukan oleh manusia hanya terjadi ketika fase koma.

Bahkan hal tersebut juga mempengaruhi kinerja otak. Orang yang sadar setelah koma pastinya mengalami penurunan fungsi otak. Daya ingat akan menurun, kemudian tubuh terasa kaku. Bahkan kemampuan motoriknya juga terganggu.

Namun hal tersebut tidak menutup kemungkinan bahwa nantinya hibernasi pada manusia bisa terjadi. Hal ini mungkin terjadi pada masa yang akan datang. (R9/HR-Online)