Kapolres Kota Banjar Ajak Pemuda Jadi Milenial Kompetitif

Milenial Kompetitif
Kapolres Banjar saat bersama Pendiri YRBK memberikan buku kepada pelajar di Desa Raharja, Kecamatan Purwaharja. Foto: Muhafid/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Kapolres Kota Banjar, AKBP Yulian Perdana, mengingatkan masyarakat dan pelajar untuk mengembangkan budaya literasi seiring dengan perkembangan zaman. Sebab, tantangan bagi generasi muda saat ini dan masa yang akan datang semakin kompleks serta harus menjadi milenial kompetitif.

Menurut Yulian, berdasarkan penelitian seorang tokoh, di abad 21 ini buta huruf bukan lagi seseorang tidak bisa menulis dan membaca, namun buta huruf adalah bagi mereka yang tidak mau belajar, melepaskan sesuatu yang lama dan tidak mau mempelajari sesuatu yang baru.

“Sekarang tingkat buta huruf di Indonesia angkanya bisa terbilang kecil. Namun yang menjadi problema adalah buta huruf di abad 21 ini seperti yang diungkap oleh seorang peneliti. Karena itu, kita harus benar-benar meningkatkan budaya literasi,” kata Yulian dalam kegiatan yang berlangsung di Desa Raharja, Kecamatan Purwaharja, Jum’at (9/8/2019).

Adapun literasi menurutnya, tidak hanya di bidang membaca dan menulis saja. Akan tetapi literasi adalah melek seseorang terhadap sesuatu. Artinya, seseorang harus melek terhadap apa yang ada di sekitar, baik melek hukum, melek budaya, melek sosial serta lainnya.

“Sebagai contoh, seorang anak tidak harus dipaksakan oleh orang tuanya mendapatkan nilai bagus semua di sekolah, misal matematika dan kimia serta pelajaran lainnya. Padahal, anak tersebut justru memiliki kemampuan di bidang tertentu saja. Dalam kondisi ini, peran orang tua maupun sekolah adalah mendukungnya agar bakatnya semakin berkembang,” imbuh Yulian.

Sebagai bekal di era yang serba digital ini, Yulian mengingatkan pelajar serta generasi muda saat ini untuk menjadi milenial yang kompetitif. Artinya, mereka harus bisa menjadi pribadi yang mandiri serta memiliki kompetensi atau keahlian.

“Nah, pintu utama untuk bisa kita mandiri serta mempunya keahlian adalah melalui literasi, baik dengan membaca buku, membaca serta memanfaatkan internet dengan baik dan lainnya. Jadi, anak muda hari ini harus lebih kreatif dan inovatif,” pungkasnya.

Di lokasi yang sama, Sofian Munawar, Pendiri Yayasan Ruang Baca Komunitas (YRBK) yang juga hadir dalam kegiatan bersama puluhan kader PKK Desa Raharja dan sejumlah pelajar, mengatakan, berkat budaya literasi yang dilakukan oleh para pahlawan dan pendahulu mengantarkan Indonesia merdeka dari penjajah. Hal itu sejak diproklamirkannya Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 silam.

“Ketika para literat zaman dulu bersatu untuk mencapai cita-cita kemerdekaan, akhirnya di tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia bisa merdeka. Meski masih banyak faktor, namun secara garis besar karena mereka sangat peduli dengan literasi,” katanya.

Dengan adanya dukungan berbagai pihak, lanjut Sofian, literasi di Kota Banjar diharapkan bisa berkembang dengan baik. Sehingga, ke depan kemajuan sebuah daerah bakal terasa berkat budaya literasi ini. (Muhafid/R6/HR-Online)