Kecelakaan di Kota Banjar, Dua Pemotor Terlibat Tabrakan di Viaduct, Satu Alami Luka Serius

Kecelakaan di Kota Banjar
Kecelakaan di Kota Banjar terjadi di jembatan Viaduct atau tepatnya di jalan Letjen Suwarto Kota Banjar, Sabtu (17/08/2019) sekitar pukul 20.20 WIB. Foto: Muslihin/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Kecelakaan di Kota Banjar Jawa Barat kembali terjadi. Kali ini dua pemotor (pengendara sepeda motor) terlibat tabrakan di jembatan Viaduct atau tepatnya di jalan Letjen Suwarto Kota Banjar, Sabtu (17/08/2019) sekitar pukul 20.20 WIB.

Akibatnya, salah satu pemotor yang diketahui bernama Cucu (54), seorang PNS warga Dusun Cibangban, RT 01/RW 04 Desa Bunter, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, dilaporkan mengalami luka serius hingga tidak sadarkan diri.

Cucu pun langsung dilarikan ke RSUD Kota Banjar untuk mendapatkan tindakan medis. Hingga berita ini diunggah, belum diketahui kondisi Cucu pasca dilakukan tindakan medis.

Sementara pemotor yang satunya lagi diketahui bernama Asep Repi, warga Pamarican Kabupaten Ciamis. Dia dilaporkan hanya mengalami luka lecet pada bagian tangan.

Dari informasi yang dihimpun HR Online, kecelakaan di Kota Banjar ini bermula ketika sepeda motor jenis KLX nopol F 2372 ZTV yang dikendarai Asep Repi, melaju dengan kecepatan sedang dari arah Kota Banjar menuju arah Pangandaran.

Saat melintas di atas jembatan Viadcut, di depannya ada sepeda motor yang dikendarai Cucu dan secara mendadak berputar arah tanpa menggunakan lampu sen. Karena jarak antara kedua motor tersebut berdekatan, akhirnya tabrakan pun tak bisa dihindari.

Sopiah, seorang warga yang berada di lokasi kejadian membenarkan bahwa penyebab kecelakaan akibat salah satu pemotor mendadak berputar arah tanpa melihat kendaraan yang beada di belakangnya.

“Memang Bapak (Cucu) yang tertabrak itu sempat berhenti menunggu jalan kosong sebelum motornya berputar arah. Tapi anehnya saat dia berputar arah justru saat ada sepeda motor di belakangnya. Memang dia terlihat hati-hati, tapi mungkin tidak konsentrasi sehingga tidak melihat sepeda motor di belakangnya,” ujarnya.

Sopiah menambahkan saat hendak berputar arah pun Cucu tidak menggunakan lampu sen. Sehingga motor yang berada di belakangnya tidak mengira Cucu akan berputar arah.

“Jadi bapak itu berputarnya mendadak dan tanpa menggunakan lampu sen. Sementara jarak antara kedua motor itu sangat berdekatan dan sulit untuk menghindari tabrakan,” ujarnya.

Sementara itu, kasus kecelakaan di Kota Banjar yang mengakibatkan satu korban luka ini sudah ditangani unit Laka Lantas Satlantas Polresta Banjar. Pihak kepolisian pun sudah mengamankan dua sepeda motor yang terlibat tabrakan untuk dijadikan barang bukti. (Muhlisin/R2/HR-Online)