Jumat, Juli 1, 2022
BerandaBerita PangandaranKelompok Tani di Pangandaran Berhasil Panen Padi Perdana di Lahan Payau

Kelompok Tani di Pangandaran Berhasil Panen Padi Perdana di Lahan Payau

Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Kelompok Tani Sri Mukti, berhasil melakukan panen raya dari lahan sawah seluas 5 hektar yang tergenang air payau di Dusun Sucen, Desa Cibenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Selasa (06/08/2019).

Padi yang mereka tanam adalah varietas Inpari 34 karena lebih tahan air asin. Selama ini petani di wilayah tersebut kerap mengalami gagal panen.

Mengingat lahan sawah mereka yang berdekatan dengan bibir pantai mereka sering tergenang air payau saat terjadi pasang surut.

Panen raya Koptan Sri Mukti dihadiri Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata. Dalam kesempatan itu, ia mengatakan bahwa varietas padi yang tahan akan kadar garam tinggi adalah Inpari 34, dan kini sedang diuji coba di lahan sawah seluas lima hektar yang sering tergenang air payau.

“Sekarang panen perdana dari uji coba padi varietas Inpari ini, dan alhamdulillah hasilnya cukup sukses,” katanya.

Lebih lanjut Jeje menjelaskan, padi jenis tersebut memiliki hasil yang cukup bagus, sehingga bisa membantu produksi beras disaat kekeringan seperti sekerang ini.

Di Kabupaten Pangandaran sendiri memiliki 660 hektar lebih lahan sawah di kawasan payau, dan sering mengalami gagal panen.

“Kalau ini berhasil maka bisa menjadi substitusi kekurangan produksi beras,” ujarnya.

Karena, meski Koptan Sri Mukti sudah berhasil melakukan panen raya padi Inpari 34, namun Jeje belum mengetahui kualitas rasa dan teksturnya bagus atau tidak lantaran belum mencobanya.

Selain itu, lahan sawah yang memiliki kandungan garam tinggi juga bisa dikolaborasikan dengan budidaya ikan atau udang.

Jika ditanami variates Inpari 34 bisa mencegah penyebaran penyakit pada udang dan ikan.

Sementara itu, Kabid. Analisi Iptek Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Provinsi Jawa Barat, Deni Rahayu, mengatakan, pihaknya sangat mendukung penanaman varietas tersebut.

“Ini bisa membantu para petani di lahan payau untuk menghadapi genangan air asin dan berhasil dipanen,” katanya.

Deni menambahkan, waktu tanam padi varietas ini selama 90 hari, dan para petani tinggal mengatur pola tanamnya saja. Ini harus jadi kebiasaan petani di wilayah sini untuk menanam padi jenis Inpari 34. (Eva/R3/HR-Online)

- Advertisment -