Kemarau Panjang, Ratusan Kolam Ikan Warga Pangandaran Mengering

Kolam Ikan
Kolam yang mengelami kekeringan karena musim kemarau. Foto: Enceng/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Ratusan kolam ikan di wilayah Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran mengalami  kekeringan selama musim kemarau. Akibatnya, banyak Petani ikan yang mengalami kerugian setelah ikan yang mereka tanam banyak yang mati.

Salah seorang petani ikan, Otang Hendrik, mengatakan, hampir setiap tahun pemilik kolam ikan di wilayah ini mengalami kerugian yang diakibatkan karena kolam ikannya tak lagi teraliri air.

“Kami setiap tahun selalu mengalami kerugian, karena hampir seluruh kolam ikan di Langkaplancar mengalami kekeringan. Dengan begitu maka tak sedikit petani ikan di sini menjual ikannya dengan harga yang sangat murah. Ya dari pada ikan saya mati semua,  lebih baik dijual, meski harganya sangat murah, bahkan dihutangkan,” ucapnya, Selasa (13/08/2019).

Kondisi ini, lanjut Otang, akan selalu terjadi setiap musim kemarau. Apalagi kalau tidak ada upaya yang serius, karena saluran airnya terutama di hulu tak terawat dengan baik.

“Dam atau bendungan untuk mengairi kolam ikan di hulu sana hanya dibuat sederhana oleh masyarakat, jadi banyak air terbuang percuma,” ujarnya.

Sepertinya, lanjut Otang, sudah saatnya pemerintah memikirkan pembangunan Dam tersebut agar air tidak banyak terbuang dan bisa dimanfaatkan maksimal oleh para petani ikan.

“Akibat kondisi seperti ini pemilik kolam ikan menjadi tidak punya penghasilah dan banyak kolam ikan yang sama sekali tak produktif, meski ada juga yang memanfatkanya dengan ditanami sayuran,” ujarnya.

Otang memaparkan, banyak faktor yang mengakibatkan kondisi kekeringan seperti ini, selain Dam-nya yang tidak berfungsi dengan baik, juga debit air dari hulu sungainya sangat kecil. Karena kondisi ini, ia harap kepada seluruh elemen masyarakat agar mencintai alam dan melestarikan hutan.

“Disadari atau tidak, hal ini ada kaitannya dengan kejadian yang selalu terjadi tiap tahun. Kalau seperti ini kita sudah tidak bisa apa-apa lagi. Makanya kelestarian hutan harus benar-benar dijaga agar salah satunya kolam ikan warga tidak lagi seperti ini,” pungkasnya. (Enceng/Koran HR)