Kereta Api Pangandaran Bakal Dihentikan Operasinya?

Kereta Api Pangandaran
PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperjangan tiket promo KA Pangandaran dengan relasi Stasiun Gambir Jakarta-Bandung-Banjar (PP), sampai 28 Februari 2019. Foto: Hermanto/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-Kereta Api Pangandaran relasi Banjar-Bandung-Gambir Jakarta yang diresmikan dan dioperasikan di stasiun Kota Banjar pada 2 Januari 2019 lalu dikabarkan akan dihentikan operasinya.

Seperti yang disampaikan Ketua BPD Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Jawa Barat, Herman Muhtar, di sela-sela pelantikan pengurus BPC PHRI Kabupaten Pangandaran di salah satu hotel di Pangandaran, Senin (19/8/2019).

Dari kabar penghentian operasi KA Pangandaran tersebut, kata Herman, belum diketahui alasan pastinya.

“Saya bersyukur, dan ikut saat lounching di Banjar dulu. Sebab, ini salah satu bentuk kemajuan. Namun saya dengar kabar kereta api Pangandaran mau dihentikan operasinya. Meski belum jelas alasannya, kita tunggu saja,” kata Herman.

Herman menjelaskan, keberadaan kereta api tersebut sangat penting bagi wisatawan yang ingin berwisata ke Pangandaran. Apalagi ketika wisatawan dalam jumlah banyak, jelas sangat berbeda jauh dengan angkutan biasa.

Menurutnya, sudah seharusnya Pemda melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk menggunakan kereta api, termasuk menawarkan kepada hotel-hotel yang ada di Jawa Barat bila ingin berkunjung ke Pangandaran bisa menggunakan kereta tersebut.

“Namun kita lihat seolah tidak ada upaya. Bagaimana ini? Karena itu saya mau menyampaikan ke Ketua DPRD dan Kepala Dinas agar dibuatkan surat untuk Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) untuk masalah ini,” ujar Herman.

Di lokasi yang sama, Ketua DPRD Pangandaran sementara, Asep Noordin, menjelaskan, dalam peluncuran kereta tersebut beberapa waktu lalu memang Pangandaran sangat memerlukan. Bahkan, Bupati sudah berkali-kali menyampaikan betapa pentingnya transportasi pariwisata.

“Bukan hanya kereta api Pangandaran, tetapi Bupati juga sedang berupaya dan mencari celah agar Bandara Nusawiru bisa naik kelas dan menjadi salah satu penunjang transportasi udara di bidang kepariwisataan. Jadi, persoalan akses ini sangat penting sekali bagi pariwisata,” jelas Asep Noordin. (Mad/Koran-HR)