Koperasi di Kota Banjar Dituntut Mampu Berdaya Saing di Era Industri 4.0

Koperasi di Kota Banjar
Walikota Banjar, Hj. Ade UU Sukaesih, didampingi Ketua Dekopinda Kota Banjar, Khadijan, saat mengunjungi salah satu stand UKM dalam pameran memperingati Hari Koperasi ke-72 Tahun 2019 tingkat Kota Banjar, di Taman Kota Lapang Bhakti, Jum’at (09/08/2019). Photo : Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Keberadaan sejumlah koperasi di Kota Banjar dituntut kemampuannya untuk berdaya saing di era industri 4.0 ini. Karena tanpa itu, tidak menutup kemungkinan koperasi yang masih ada akan dibubarkan.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kota Banjar, Saefuddin, di sela-sela peringatan Hari Koperasi ke-72 Tahun 2019 tingkat Kota Banjar, di Taman Kota Lapang Bhakti, Kamis (08/08/19).

Kegiatan yang dibuka Walikota Banjar, Hj. Ade UU Sukaesih itu mengusung tema “Semangat Reformasi Total Koperasi di Era Revolusi Industri 4.0 Menuju Banjar Berseri”.

Saefusin menyebutkan, jumlah yang terdata, Koperasi di Kota Banjar ada 97. Namun, sebanyak 36 koperasi telah dibubarkan lantaran tidak melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan tidak ada aktivitasnya lagi.

“Koperasi yang dibubarkan itu otomatis segala perizinan legalitasnya tidak berlaku lagi. Sudah aturannya jika koperasi tidak melaksanakan RAT maka akan dibekukan izinnya. Kemudian, jika dalam waktu jangka tertentu masih tidak melaksanakan RAT, terpaksa koperasi itu dibubarkan oleh Kementerian. Kami daerah hanya mengusulkan,” tandasnya, kepada awak media.

Untuk sekarang ini, kata Saefudin, koperasi di Kota Banjar yang masih aktif tinggal 61 koperasi. Diharapkan bagi yang masih eksis ini bisa terus meningkatkan operasional usahanya, dan mampu mengikuti era digitalisasi koperasi.

Dalam kesempatan itu, Ketua Dekopinda Kota Banjar, Khadijan, menambahkan, berdasarkan catatan di Provinsi Jabar, koperasi di Kota Banjar ini masih bisa bersaing dengan koperasi yang ada di kota/kabupaten lain.

“Sebenarnya pembinaan untuk koperasi di Kota Banjar ini sangatlah mudah, karena jumlahnya sedikit atau tidak lebih dari 81 koperasi yang berbadan hukum, dan yang aktifnya hanya 61 koperasi,” ucap Khadijan singkat.

Sementara itu, Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, mengatakan, kondisi yang ada bahwa warga di Kota Banjar ini kebanyakannya sering meminjam dibandingkan menabung.

“Untuk itu minimalisir meminjam, tapi rajinlah menabung dan jadilah anggota koperasi. Bagaimanapun berkoperasi itu akan mampu meminimalisir praktek renternir. Karena, berkoperasi itu ada banyak manfaat dan hal positif, diantaranya meningkatkan ekonomi dan kebutuhan keluarga,” kata Ade Uu.

Diketahui, peringatan Hari Koperasi ke-72 Tahun 2019 tingkat Kota Banjar, yang digelar di Taman Kota Lapang Bhakti itu berlangsung selama tiga hari, Kamis-Sabtu (08-10/08/2019) lalu, dengan berbagai ragam kegiatan, seperti gelar produk koperasi dan UMKM, Seminar Koperasi, jalan sehat, serta hiburan seni. (Nanks/Koran HR)