Korban Keracunan Makanan di Mangunjaya Pangandaran Sudah Diperbolehkan Pulang

korban keracunan makanan
Pasien korban keracunan makanan yang dirawat di Puskesmas Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Seluruh korban keracunan makanan yang kini dirawat di Puskesmas Mangunjaya, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Jum’at (23/08/2019) hari ini sudah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.

Hal itu dikatakan Kepala Puskesmas Mangunjaya, Suharyanto, saat ditemui HR Online, di kantornya, Jum’at (23/08/2019). “Dari hasil pemeriksaan medis, seluruh korban yang kini masih dirawat, kondisinya sudah berangsur membaik. Dengan begitu, mereka diiperbolehkan pulang, namun tetap harus rawat jalan,” ujarnya.

Suharyanto menjelaskan, dari 48 orang jumlah korban keracunan makanan kini tinggal 21 orang yang masih dirawat di puskesmas. “Kemarin memang 20 orang yang dirawat di sini. Tapi tadi malam masuk satu orang lagi. Kini jadi bertambah 21 orang,” katanya.

Suharyanto menambahkan, meski seluruh pasien korban keracunan makanan diperbolehkan pulang, namun tetap masih dalam pantauan tim medis puskesmas.

“Jadi statusnya rawat jalan. Semua pasien akan diberi obat selama masa pemulihan. Tim medis pun akan melakukan pamantauan hingga semua pasien benar-benar sudah pulih,” katanya.

Sementara itu, Camat Mangunjaya, Oos Koswara, mengatakan, pihaknya bersyukur semua pasien korban keracunan makanan sudah bisa dipulangkan ke rumahnya. Dia juga mengapresiasi tim medis Puskesmas Mangunjaya yang gigih dan tidak kenal lelah dalam menangani pasien.

“Kejadian ini tentu harus menjadi cermin untuk semua warga dan jangan sampai terulang kembali, khususnya di Kecamatan Mangunjaya,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan warga di Dusun Cirapuan, Desa Sidangjaya, Kecamatan Mangunjaya, dilaporkan mengalami keracunan massal setelah menyantap hidangan di acara khitanan yang digelar warga setempat. Tuan rumah hajatan tersebut belakangan diketahui bernama Jangi. (Ntang/R2/HR-Online)