Kritik Pemerintah & DPRD Kota Banjar Lewat Buku

Kritik Pemerintah
Pendiri YRBK, Sofian Munawar, saat memberikan buku kepada Ketua DPRD Kota Banjar sementara, Dadang R Kalyubi. Foto: Istimewa.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Yayasan Ruang Baca Komunitas (YRBK) Kota Banjar memiliki cara tersendiri untuk memberikan kritik dan masukan kepada pemerintah serta wakil rakyat di parlemen. Sebagai pegiat literasi, mereka melakukannya pun dengan gaya cukup lembut namun mengena, yakni melalui buku.

Dua buku yang diterbitkan YRBK di tahun 2019 ini antara lain berjudul Rumah Baca Kita; Aktualisasi Giat Literasi yang terbit pada Juli 2019, dan disusul buku yang berjudul Literasi, Aspirasi, Milenial yang terbit Agustus 2019.

Kedua buku tersebut berisi berbagai tulisan dari pelajar, akademisi, pegiat literasi, guru, wartawan, serta beragam kegiatan yang dimuat dalam media cetak maupun online. Selain mengulas dunia literasi, di dalamnya juga terdapat gagasan-gagasan supaya budaya literasi di Kota Banjar meningkat. Termasuk kritikan dan masukan kepada Pemkot dan DPRD Kota Banjar.

Dalam Rapat Paripurna HUT RI ke-74 di Gedung DPRD Kota Banjar beberapa waktu lalu yang dihadiri berbagai elemen pemerintahan, buku tersebut langsung diberikan kepada hampir seluruh Anggota DPRD, SKPD, maupun pejabat Pemkot Banjar.

Pendiri YRBK Kota Banjar, Sofian Munawar, menjelaskan, kedua buku tersebut merupakan kumpulan tulisan dari berbagai pelajar tingkat SLTP, SLTA, mahasiswa, akademisi, serta para pegiat literasi yang sengaja dikumpulkan gagasannya perihal literasi di Kota Banjar.

“Seperti halnya kalangan pelajar, sebelumnya kita kan menggelar lomba menulis surat untuk wakil rakyat. Dari para pemenang yang ada, kita muat dalam buku itu. Termasuk yang ikut dalam lomba menulis kebangsaan, nanti akan kita bukukan,” kata Sofian, usai memberikan penghargaan kepada 10 juara menulis kebangsaan di DPMD Kesbangpol Kota Banjar, Senin (19/08/2019).

Melalui pemberian buku terhadap pemangku kebijakan serta wakil rakyat, diharapkan aspirasi melalui tulisan tersebut menjadi pijakan untuk melaksanakan kebijakan dalam membangun Banjar, terutama di bidang pendidikan maupun literasi.

“Jadi ini seperti demo, tapi melalui buku. Mudah-mudahan saja ke depan harapan masyarakat bisa dilaksanakan oleh pemerintah dan diperjuangkan oleh DPRD,” ungkapnya.

Sofian menambahkan, dalam waktu dekat ini pihaknya juga akan mengeluarkan buku lagi yang rencananya pada Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2019. Hal itu dimaksudkan untuk memberikan semangat kepada para pemuda di Kota Banjar, khususnya para pelajar.

Di lokasi yang sama, Kepala DPMD Kesbangpol Kota Banjar, Sahudi, mengaku pihaknya sangat mengapresiasi langkah YRBK dalam menggerakkan budaya literasi di Kota Banjar, terutama terhadap para pelajar. Karena melalui tulisan, sama saja membangun sebuah warisan yang bakal diberikan kepada generasi penerus nantinya.

“Kita tahu praktik ibadah karena ada yang menulis. Bayangkan jika tidak ada yang menulis, mungkin kita bisa jadi masih menyembah berhala. Itu contohnya. Maka dari itu, pentingnya budaya literasi perlu dikembangkan karena menyangkut masa depan kita juga,” kata Sahudi.

Dengan adanya para penulis yang sudah memberikan gagasannya di buku yang diterbitkan YRBK, diharapkan bisa membawa warna baru bagi Kota Banjar. Apalagi sejarah Kota Banjar masih berpeluang digali lebih dalam lagi.

“Ini potensinya besar sekali untuk masa depan kita. Saya harap menulis itu harus dijadikan kebiasaan hingga membuat kita candu, dan kita harus bersyukur saat ini dukungan dari berbagai pihak sudah ada,” tandas Sahudi. (Muhafid/Koran HR)