Kunjungan Wisatawan ke Karangkamulyan Rendah, Ini Penjelasan Dispar Ciamis

Wisawatan ke Karangkamulyan
Obyek Wisata Karangkamulyan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Foto: Net/Ist

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Kunjungan wisatawan ke objek wisata sejarah situs Karangkamulyan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terbilang rendah. Hal tersebut terlihat dari laporan pendapatan bulan Juli tahun 2019.

Bulan Juli, pendapatan dari karcis objek wisata Karangkamulyan hanya sekitar Rp 2,8 juta. Kendati harga karcis masuk situs sangat murah yakni Rp 3.500/orang, tidak membuat wisatawan mau masuk ke objek wisata milik Pemkab Ciamis itu.

Bendahara penerimaan retribusi Dinas Pariwisata Ciamis, Solehan, mengakui hal tersebut. Kata dia, hingga Juli 2019 pendapatan dari obwis Karangkamulyan baru tercapai Rp 27.260.000 atau sekitar 45,53 persen dari target tahun 2019 yakni Rp 60 juta.

“Mudah-mudahan, akhir tahun nanti target bisa tercapai,” ujarnya.

Diakuinya, keberadaan situs Karangkamulyan sebagai objek wisata budaya dan sejarah ternyata belum bisa menjadi mesin pendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Ciamis.

“Bulan-bulan biasa itu sepi, kalau kemarin bulan Juni karena libur lebaran dan sekolah cukup banyak pendapatan pun mencapai Rp 24 jutaan,” ungkapnya.

Menurutnya, saat ini banyak pilihan objek wisata modern dibangun di Ciamis. Tentu saja lama kelamaan akan objek wisata sejarah tergerus zaman.

“Nantinya pengunjung semakin berkurang, paling yang datang orang-orang tertentu yang mau meneliti saja,” ucapnya.

Lanjutnya, kebanyakan pengunjung yang datang hanya sebatas transit. Di depan gerbang mereka hanya sekedar melepas lelah sambil makan dan minum.

“Mereka tidak masuk ke areal wisata, jadi ya tidak ada pemasukan terhadap pemerintah, paling pemasukan dari parkir saja,” katanya.

Solehan menambahkan tidak sedikit kalangan yang menyarankan pintu karcis masuk Karangkamulyan dialihkan ke depan gerbang.

Namun, belum terealisasi karena para pedagang di sana menolak, dengan alasan jika di karcis, mobil yang transit akan berkurang.

Keberadaan kios Karangkamulyan juga menjadi salah satu sumber PAD karena masuk retribusi daerah.

Pendapatan dari retribusi kios Karangkamulyan hingga Juli sudah tercapai Rp 7.435.000 atau 55,32 persen dari target tahun 2019 Rp 13.440.000. (Jujang/R7/HR-Online)

Loading...
Loading...