Lulusan MA El-Bas Ciamis Diterima di Universitas Al-Azhar Kairo

MA El-Bas Ciamis
Kepala MA El Bas Ciamis Drs Misbahudin M.Pd bersama Fahrid Mudori siswa el Bas yang mendapat beasiswa kuliah di Jiangshu China. Foto: Jujang/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Dua orang siswa lulusan Madrasah Aliyah (MA) El-Bas Ciamis tahun 2018/2019 diterima di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir. Mereka adalah Endang Kurniawan dan Abdul Aziz yang mengambil jurusan Ilmu Tafsir di Al Azhar Kairo. Keduanya lulus seleksi yang dilaksanakan Kementerian Agama belum lama ini.

Selain diterima di Universitas Al-Azhar Mesir, seorang lulusan MA El-Bas atas nama Fahrid Mudori juga lulus seleksi dan mendapat beasiswa kuliah di salah satu Politeknik di Jiangshu China mengambil jurusan Internet Of Thing (IOT).

Kepala MA El-Bas, Drs Misbahudin M.Pd menyebut, sudah menjadi tradisi lulusan MA El-Bas Ciamis diterima di perguruan tinggi Mesir.

Kata dia, setiap tahunya selalu ada siswa lulusan MA eL-Bas Ciamis diterima di Universitas luar negeri utamanya Universitas Al-Azhar Kairo Mesir.

“Tahun 2018 lalu dua orang diterima di Al-Azhar, bahkan sebelumnya tahun 2017 tiga orang yang diterima di Al-Azhar,” ujar Misbahudin, Kamis (8/8/2019).

Dikatakan, dari 45 orang siswa MA eL-BAS tahun pelajaran 2018/2019, sebanyak 53 persen atau 24 orang sukses menembus berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi di luar negeri.

Semuanya diterima melalui berbagai jalur seleksi masuk yang ditawarkan oleh perguruan tinggi di bawah Kemenristekdikti, Kemenag, kedinasan, maupun perguruan tinggi asing.  

Capaian keberhasilan 53% ini memberikan gambaran keberhasilan proses penyelenggaraan pendidikan di MAS eL-BAS Imbanaga yang dikenal dengan program unggulan Bahasa Inggris dan Arab-nya, serta Tahfidhul Qur’an bagi seluruh siswa-siswinya.

“Rincian PTN ke-24 orang lulusan MAS eL-BAS tersebut adalah PTN Kemenristekdikti sebanyak 4 orang, 2 orang lainnya ke Universitas Al Azhar Kairo Mesir, 1 Orang ke Jiangshu College China, 2 Orang ke Poltekkes Negeri, dan 15 orang lainnya masuk ke UIN dan IAIN favorit di Pulau Jawa,” katanya.

Menurut Misbahudin, ini menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi dirinya sebagai pengelola madrasah yang bisa mengantarkan mereka ke jenjang yang lebih tinggi dengan diterima di Perguruan Tinggi ternama.

“Hal ini menjadi bukti yang nyata tentang kualitas output madrasah kami sehingga kami mampu menjawab dan mengemban amanah yang diberikan oleh masyarakat,” ucapnya.

Lanjut Misbah, lulusan tahun pelajaran 2018/2019 adalah angkatan keempat MA eL-BAS sejak pertama kali didirikan tahun 2013.

Sejak angkatan pertama, kata dia, lulusan MA eL-BAS memang sudah ada yang diterima di PTN dan setiap tahun kuantitasnya terus meningkat, bahkan lulusannya selalu ada yang melanjutkan studi ke Universitas Al Azhar Kairo.

“Alhamdulilah, tahun ini merupakan capaian yang terbesar kami dapat melampui setengah dari jumlah lulusan yang diterima di PTN,” jelasnya.

Lebih lanjut Misbahudin mengatakan, capaian lonjakan kuantitas lulusan yang diterima PTN ini merupakan keberhasilan yang luar biasa bagi sebuah madrasah swasta yang baru seumur jagung.

Hal itu, diakui Misbahudin, tidak didapat dengan mudah tapi hasil kerja keras semua elemen di MAS eL-BAS dan direct controlling dari Ketua dan Pembina Yayasan Lembaga Bina Anak Soleh yang membawahi MAS eL-BAS.

“Sehingga slogan yang digadang-gadang “eL-BAS Panen Sarjana di 2025” akan segera terwujud menjadi kenyataan,” katanya.

Selain di Al-Azhar Kairo, Lulusan MA eL-BAS Ciamis Diterima di Jiangshu China

Salah satu siswa MA El-Bas yang diterima di Jiangshu China, Fahrid Mudori, mengaku bangga bisa diterima dan mendapat beasiswa untuk kuliah di Politeknik Jiangshu China.

Menurutnya, seleksi dilaksanakan di Jogjakarta dan dites langsung oleh perwakilan dari perguruan tinggi China.

“Cukup ketat juga, ada sekitar 60 orang yang ikut testing. Tes dilakukan dengan bahasa Inggris atau Mandarin,” ucapnya.

Beruntung Fahrid cukup menguasai bahasa inggris, karena setiap aktivitas sehari-hari biasa menggunakan bahasa Inggris.

Di Jiangshu China, Fahrid akan menghabiskan waktu tiga tahun sampai selesai kuliah.

“Kesempatan ini akan saya manfaatkan sebaik baiknya, ilmu yang di dapat disana akan saya terapkan di Indonesia nanti,” tandasnya. (Jujang/R7/HR-Online)