“Mabuk Komix”, Bungkus Obat Berserakan Masih Ditemukan di Kota Banjar

bungkus bekas obat batuk Komix
Seorang pemuda warga menunjukkan bungkus bekas obat batuk Komix yang tercecer di sebuah saluran air di areal persawahan Dusun Sampih, Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Senin (05/08/2019). Photo : Muhafid/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-Puluhan bungkus bekas obat batuk Komix tercecer di saluran air yang berada di tengah sawah wilayah Dusun Sampih, Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat. Obat batuk yang diduga disalahgunakan untuk mabuk oleh oknum remaja itu menjadi keprihatinan tersendiri bagi warga sekitar.

Rizko, salah seorang pemuda warga sekitar, mengatakan, dirinya merasa prihatin dengan banyaknya bungkus obat batuk Komix yang sudah dikonsumsi oleh oknum remaja untuk mabuk-mabukan pada malam hari. Sebab, ia melihat bekas bungkus tersebut pada pagi harinya, Senin (05/08/2019).

“Ini saya lihat ada banyak sekali yang baru. Kemungkinan bekas tadi malam. Prihatin sekali dengan kejadian seperti ini. Padahal, kalau ada hukuman atau larangan berjualan obat batuk Komix dalam jumlah banyak tidak sampai seperti ini. Jadi, kalau dibiarkan terus bisa-bisa semakin rusak generasi muda kita,” katanya, kepada Koran HR.

Ia berharap, Pemerintah Kota Banjar melalui dinas terkait untuk lebih serius lagi menanggulangi penyakit sosial ini, dengan memperkecil kesempatan para remaja mabuk menggunakan obat batuk Komix.

“Dari segi kesehatan sudah jelas pasti membahayakan karena dikonsumsi dalam jumlah banyak. Makanya, agar tidak menyesal di kemudian bagi remaja itu, atau supaya tidak semakin membahayakan bagi yang lainnya, pemerintah maupun aparat keamanan harus lebih intens lagi memantau pergerakan para remaja di tempat yang biasa digunakan untuk mabuk-mabukan,” tandas Rizko.

Hal senada juga dikatakan Aripin Sali, warga lainnya. Ia menginginkan agar pemerintah menerbitkan regulasi yang ditunjukkan kepada pedagang ataupun apotik yang menjual jenis obat batuk tersebut supaya tidak dijual sembarangan. Baik dalam jumlahnya ataupun pembelinya.

“Kalau tidak dibatasi begini jadinya. Tempat-tempat nongkrong akan dijadikan tempat mabuk oleh remaja. Kita ingin pemerintah juga perhatian dalam masalah ini,” harap Aripin.

Pantauan Koran HR, selain di saluran air, ratusan bungkus Komix juga tersebar di sejumlah tempat yang tidak jauh dari lokasi, seperti di pinggir jalan dan di bawah pohon. (Muhafid/Koran-HR)