Membersihkan Busi dengan Sikat Kawat dan Amplas, Benar atau Salah?

Membersihkan Busi dengan Sikat Kawat
Membersihkan busi dengan menggunakan sikat kawat. Foto : net/ist

Membersihkan busi secara rutin sangat penting dilakukan. Hal itu untuk menjaga agar kendaraan bermotor bisa bekerja dengan baik dan maksimal.

Sehingga tidak salah jika motor mogok, maka yang pertama kali dicek adalah kondisi busi. Apakah sistem pengapian atau pembakarannya masih bagus atau tidak.

Jika ternyata sistem pengapiannya tidak berfungsi dengan baik, maka salah satu caranya adalah dengan membersihkan busi itu sendiri.

Jika melihat kebanyakan orang saat membersihkan busi, mayoritas dengan menggunakan sikat kawat kasar atau aplas untuk menghilangkan kerak yang ada di busi.

Bahkan ada dengan cara paling simple untuk menghilangkan kotoran hitam yang ada di kepala busi, yaitu dengan merendam ke dalam bensin.

Namun pertanyaannya, apakah cara di atas yang bisa dikatakan sudah lumrah bahkan umum dilakukan banyak orang dapat membuat busi tetap bagus atau sebaliknya?.

Membersihkan Busi Pakai Amplas atau Sikat Kawat

Sebagai komponen yang penting bagi kendaraan, tentu busi harus dirawat dengan baik dan benar. Merawatnya pun tidak sulit, karena bisa dilakukan sendiri tanpa harus pegi ke bengkel.

Merawat busi bisa dengan mengatur kerenggangan di bagian kepala yang menjadii sumber pengapian, serta dengan membersihkan secara rutin untuk menghilangkan kerak di elektroda.

Namun, permasalahannya adalah tidak sedikit orang yang membersihkan busi dengan memakai amplas atau sikat kawat kasar. Padahal cara tersebut sangat tidak direkomendasikan.

Memang, dengan menggunakan dua alat atau bahan tersebut bisa membuat busi menjadi bersih, terutama di bagian kepalanya yang sering banyak kotoran hitam.

Dengan adanya kotoran sisa pembakaran, maka aliran listrik yang bersumber dari busi tidak akan bekerja dengan maksimal. Sehingga jangan disalahkan jika kendaraan menjadi ngadat.

Namun, dengan menggunakan cara tersebut tidak dianjurkan. Pasalnya, amplas atau sikat kawat kasar ini akan “merusak” permukaan dari busi, yang membuat pengapian menjadi tidak baik.

Jika memang ingin memakai sikat kawat untuk membersihkan busi, maka gunakanlah yang lebut atau bisa juga dengan kuas.

Menggunakan bensin

Cara yang salah namun sering dilakukan banyak orang adalah dengan merendam busi ke dalam bensin. Memang langkah tersebut sangat simple atau tidak ribet.

Memang komponen penting di kendaraan motor maupun mobil ini menjadi bersih. Akan tetapi, dengan “menceburkan” ke dalam bensin malah elektroda akan terkisis.

Sehingga,dengan terkikisnya bagian elektroda pada busi itu, maka proses pengapian akan menjadi tidak maksimal. Jadinya kendaraan tidak akan berjalan dengan baik.

Namun jika ingin menggunakan bahan bensin untuk membersihkan, maka bukannya menceburkan busi tapi cukup hanya menyiramkan bensin ke busi.

Selain itu, diusahakan agar komponen terpenting di dalam kendaraan bermotor ini tidak terkena air atau basah, sebab dapat menjadikan korosi.

Merawat yang Benar

Bagi Anda yang ingin merawat serta membersihkan busi, cara yang paling direkomendasikan adalah dengan sikat halus dan kompresor angin.

Cukup dengan memakai kuas atau sikat lembut. Bisa juga dengan menggunakan bensin tapi cukup hanya menyiramkan ke busi bukan merendam.

Jika ingin memakai bensin gunakan secukupnya atau jangan terlalu banyak. Setelah itu, bersihkan dengan memakai sikat kawat lembut atau kuas.

Apabila sudah dibersihkan, maka busi tersebut dikeringkan memakai lap kering, atau bisa juga disemprot dengan memakai kompresor angin.

Ada juga yang menyarankan untuk membersihkan kotoran hitam pada busi atau sering disebut carbon fouling ini, bisa dengan memakai carbon cleaner.

Carbon cleaner ini berbentuk cairan yang biasa dipakai untuk menghilangkan sisa karbon atau kerak yang ada di mesin kendaraan.

Busi sendiri jika sudah lama dipakai maka akan ada kotoran sisa pembakaran yang menumpuk, dan berubah menjadi kerak. Dan menggunakan sikat tidak membersihkan busi secara keseluruhan.

Namun tidak sembarangan cairan carbon cleaner yang dipakai. Karena cairan tersebut jangan sampai ada unsur zat asam serta amoniak di dalamnya.

Pasalnya, amoniak serta zat asam ini bisa merusak bagian busi seperti besi yang akan menjadi karatan, dan bisa “mengerogoti” lapisan anti-karat yang ada di besi.

Selain itu, jika membersihkan busi dengan memakai bahan carbon cleaner yang tidak dianjurkan atau tidak sesuai seperti amoniak dan sebagainya, malah bisa membuat busi menjadi mati. (Adi/R5/HR-Online)