Saat di Kota Banjar, PT KAI Ungkap ‘Nasib’ Kereta Pangandaran

Deputi EVP Daop 2 Bandung saat menjelaskan Kereta Pangandaran
Deputi EVP Daop 2 Bandung Hendra saat menjelaskan Kereta Pangandaran kepada awak media. Foto: Muhafid/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- PT Kereta Api Indonesia (Persero) menanggapi isu berhentinya operasi Kereta Pangandaran relasi Banjar-Bandung-Gambir yang diresmikan pada 2 Januari 2019 lalu.

Deputi EVP Daop 2 Bandung, Hendra Wahyono, pihaknya menegaskan Kereta Pangandaran masih tetap dijalankan seperti biasanya. Apalagi masyarakat di wilayah Kota Banjar hingga ke Gambir sudah mulai tahu keberadaan kereta tersebut.

“Masih tetap dijalankan seperti biasa. Soal itu (pemberhentian operasi, red) bagian pusat ya,” terang Hendra di sela-sela kegiatan bakti sosial rail clinic di Stasiun Karangpucung, Kota Banjar, Rabu (28/8/2019).

Hendra menambahkan, tingkat okupansi penumpang KA Pangandaran dari Banjar-Gambir mencapai angka 100 persen. Namun, untuk Banjar-Bandung maupun sebaliknya masih rendah sekitar angka 23 persen.

“Mungkin karena banyak pilihan. Kereta kita kan banyak yang melintas dari Banjar ke Bandung, ataupun sebaliknya. Jadi, karena banyak pilihan tingkat okupansinya masih rendah,” terangnya.

Baca juga: Kereta Api Pangandaran Bakal Dihentikan Operasinya?

Sebelumnya, Ketua BPD Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Jawa Barat, Herman Muhtar, menyampaikan KA Pangandaran bakal dihentikan operasinya. Meski ia tidak menjelaskan terkait alasannya, namun ia menegaskan untuk menunggu informasi resminya.

Menurut Herman, keberadaan kereta Pangandaran relasi Banjar-Gambir tersebut sangat penting bagi masyarakat, khususnya wisatawan yang ingin berkunjung ke Pangandaran. Pasalnya, ketika jumlah wisatawan banyak, akan lebih memilih kereta lantaran kenyamannnya. (Muhafid/R6/HR-Online)