Pembangunan RS Langensari Kota Banjar Dipastikan Rampung Tahun Ini

RS Langensari Kota Banjar
Bidang Cipta Karya Dinas PUPRPKP Kota Banjar, saat melakukan sosialisasi tahap akhir atau tahap tiga pembangunan lanjutan RS Pratama Langensari, di Aula Kantor BPP Kecamatan Langensari, Selasa (13/08/2019). Photo : Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Pembangunan RS Langensari Kota Banjar dipastikan rampung di akhir tahun 2019. Hal itu seiring dengan dimulainya pengerjaan lanjutan penyempurnaan bangunan melalui anggaran APBD Kota Banjar sebesar Rp13 miliar.

Sebagai penyedia jasa dalam pembangunan lanjutan kali ini dikerjakan oleh PT. Total Cakra Alam asal Kota Tangerang. Proyek ini rencana akan berlangsung selama 150 hari kerja, dan diberikan waktu pemeliharaan selama 180 hari.

Hal itu diketahui saat Bidang Cipta Karya Dinas PUPRPKP Kota Banjar, melakukan sosialisasi tahap akhir atau tahap tiga pembangunan lanjutan RS Pratama Langensari, di Aula Kantor BPP Kecamatan Langensari, Selasa (13/08/2019).

“Pembangunan RS Pratama yang dimulai sejak tahun 2017, akan selesai tahun ini melalui pekerjaan tahap akhir, yakni penyempurnaan yang dianggarkan dari APBD Kota Banjar sebesar 13 miliar rupiah,” kata Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPRPKP Kota Banjar, Tantri Indriyanti, saat ditemui Koran HR, usai acara.

Dia menjelaskan, penyempurnaan pembanguan RS Pratama Langensari ini diantaranya alokasi terbanyak untuk penyempurnaan gedungnya. Selain itu, juga implasment atau penataan kawasan area RS, seperti pembuatan drainase, pagar, penetrasi jalan, termasuk pembuatan area parkir kendaraan.

Untuk kedepannya akan dibangun pula trotoarisasi di lokasi area depan lingkungan RS. Maka tak berlebihan wilayah Kecamatan Langensari sebagai kawasan strategis pengembangan Kota Banjar, perlu dipercepat segala bidang pembangunannya, salah satunya penyempurnaan pembangunan RS Pratama.

Diharapkan RS yang baru ini dapat memberikan pelayanan kesehatan dan menampung kebutuhan medis, khusunya untuk wilayah Langensari dan sekitarnya, dan secara umum bagi daerah perbatasan, yakni Kabupaten Ciamis dan Cilacap.

“Untuk itu pula, kami mohon dukungan agar proses tahapan pembangunan RS ini bisa tuntas sebagaimana yang dicita-citakan bersama. Untuk pemberdayaan tenaga kerjanya, silahkan dengan pihak penyedia saja dikoordinasikan,” ucapnya.

Lebih lanjut Tantri mengungkapkan, di tahun ini pula dianggarkan untuk pengadaan peralatan medis. Dalam hal ini dipegang oleh pihak Dinas Kesehatan Kota Banjar. Sedangkan, pihaknya hanya membangun gedungnya saja.

“Setelah dioperasikan nanti, diharapkan keberadaan RS Pratama ini bisa bermanfaat bagi warga, termasuk dapat menampung tenaga kerja baru,” harap Tantri.

Pimpinan proyek pembangunan RS Pratama Langensari dari PT. Total Cakra Alam, Dedi, menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan penyempurnaan pembangunan RS sesuai spek yang telah ditentukan. Namun, pihaknya pun berharap adanya dukungan dan koordinasi yang baik dengan warga sekitar lingkungan.

“Atas bantuan dan koordinasi dengan warga sekitar, kami siap kerjakan tahap akhir pembangunan RS ini. Kami pun siap melaksanakan pekerjaan sesuai waktu kontrak yang ditentukan, yakni selama 150 hari kerja,” tandasnya.

Sedangkan, mengenai pemberdayaan terhadap warga lokal, pihaknya sudah mulai memperkerjakannya, yaitu pada pembongkaran gedung SD dan SLB yang saat ini sudah mulai dikerjakan.

“Tentu pada item pekerjaan lain pun kami siap berdayakan warga lokal, yang barang tentu sesuai kemampuannya masing-masing. Untuk tenaga ahlinya memang kami datangkan langsung atau bawa sendiri,” ujarnya.

Dedi juga mengungkapkan, item pekerjaan tahap penyempurnaan pembangunan RS Pratama ini meliputi pengerjaan ruang operasi, pembangunan lift, baik lift untuk pasien, pengunjung maupun barang, dan sejumlah pekerjaan implasment.

Sementara itu, H. Agus, salah seorang warga setempat, meminta kepada dinas terkait agar dalam penyempurnaan pembangunan RS diperhatikan pula soal pembuangan atau saluran airnya. Jangan sampai RS dibangun tanpa tanpa dibarengi perencanaan pembangunan drainasenya.

“Karena sebelumnya persoalan sering banjir di area Prapatan Kidul akibat drainase pun belum terselaikan dengan warga,” ujarnya.

Dia pun berharap kepada pihak pengelolaa RS nantinya agar bisa memprioritaskan kebutuhan tenaga kerja dari warga setempat, baik itu kebutuhan tenaga medisnya atau tenaga lainnya. “Warga sekitar harus diperhatikan dan diberdayakan,” tegas Agus.

Diketahui pula, bersamaan dengan proyek penyempurnaan pembangunan RS Pratama, di beberapa titik wilayah Kelurahan Muktisari juga tengah dilaksanakan pekerjaan proyek lain, seperti pembangunan Kantor Kelurahan Muktisari, pembangunan dua ruang SDN 2 Muktisari, pembangunan SLB, dan pembangunan kawasan taman. (Nanks/Koran HR)