Penataan Pantai Pangandaran yang Akan Dibangun Mirip Hawai Dimulai Bulan Ini

Penataan Pantai Pangandaran
Rencana penataan kawasan Pantai Pangandaran setelah mendapatkan bantuan dari Pemprov dan Pemerintah Pusat. Foto: Istimewa

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),– Penataan Pantai Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, yang akan menghabiskan anggaran sekitar Rp. 80 miliar pengerjaannya akan dimulai pada akhir bulan Agustus ini. Ditargetkan mega proyek ini bisa selesai dikerjakan pada bulan November mendatang.

Meski kawasan pantai akan dilakukan penataan dan dikonsep seperti pantai di Hawai Amerika Serikat, namun tidak akan mematikan usaha warga sekitar. Aktivitas nelayan dan usaha masyarakat di sekitar pantai tetap dilindungi. Hanya saja penempatan mereka akan diatur agar tidak terlihat semraut.

Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, mengatakan, penataan pantai Pangandaran tidak akan membunuh usaha nelayan maupun warga yang sudah puluhan tahun mengais rezeki di sekitar kawasan pantai Pangandaran.

Pihaknya, lanjut Jeje, tetap akan melindungi aktivitas para nelayan dan tidak akan menggusur keberadaan mereka. Menurutnya, banyak orang yang mengantungkan hidup di sekitar pantai Pangandaran.

“Bisa dibayangkan, untuk nelayan saja, pada satu jaring ada 15 orang yang terlibat di sana. Kalau jaringnya ada 6, berarti ada sekitar 90 orang yang hidup dari hasil tangkapan ikan. Artinya, rantai kehidupan mereka panjang dan bisa dibayangkan berapa keluarga yang mengantungkan hidupnya di kawasan pantai ini,” terangnya, Jum’at (23/08/2019).

Jeje mengatakan pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan nelayan. Hal itu dilakukan agar aktivitas mereka tetap terjaga dan rencana penataan pantai Pangandaran bisa berjalan dengan baik.

“Sampai sekarang kita terus bicarakan terkait penempatan nelayan pasca penataan. Mereka juga harus dilindungi, bahkan kehidupannya harus kita tingkatkan. Penataan inipun akan memberikan dampak ekonomi yang luar biasa nantinya. Kalau kawasan pantainya indah, otomatis akan menjadi magnet wisatawan,” ujarnya.

Jeje juga berbicara soal nasib pelaku usaha penyewaan sepeda, odong-odong dan aktivitas usaha transportasi wisata di sekitar pantai Pangandaran. Menurutnya, usaha mereka pun akan dilindungi dan tidak akan dimatikan. Hanya saja keberadaannya akan ditata agar tidak tampak semraut.

“Dengan semua pihak yang ada di kawasan pantai ini kami berkomunikasi. Kami juga dengar berbagai masukan dan aspirasi dari mereka. Intinya, penataan pantai Pangandaran ini harus memberi dampak ekonomi bagi warga, khususnya mereka yang bergantung hidup di kawasan pantai,” katanya.

Penataan Pantai Pangandaran Diharapkan Berdampak pada Peningkatan Wisatawan

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Pangandaran, Undang Sohbarudin, mengatakan, penataan pantai Pangandaran sudah meliputi kawasan Pantai Barat dan Pantai Timur Pangandaran. Ini sebagai wujud keseriusan pemerintah untuk membangun Pangandaran menjadi tempat wisata yang nyaman bagi wisatawan.

“Pemenang tender proyek ini sudah ada, dan sekarang pengerjaannya akan dimulai. Adapun biayanya sebesar Rp 80 miliar dari provinsi dan 3,2 miliar dari DAK Pusat,” terangnya.

Rencana penataan kawasan pantai Pangandaran. Foto: Istimewa

Dari proyek ini, lanjut Undang, tidak serta merta dikerjakan semua oleh Pemprov Jabar. Sebagian proyek dikerjakan Pemkab Pangandaran dan Pemprov Jabar mengerjakan breakwater. Sementara pengerjaan proyek ini direncanakan selesai pada November 2019 mendatang.

“Mudah-mudahan bisa selesai sesuai rencana. Sebab, nanti di Desember bakal ramai pengunjung. Alhamdulillah menjelang tahun baru sarana penunjang, seperti hotel juga sudah mengikuti proses administrasi. Di sini juga ada hotel berkelas bintang,” katanya lagi.

Ia berharap, melalui bantuan dari Pemprov dan Pemerintah Pusat tersebut Pangandaran menjadi lebih cantik dan berdampak pada kunjungan wisatawan yang meningkat.

Seperti diketahui, penataan pantai Pangandaran yang akan menghabiskan anggaran sebesar Rp. 80 milar ini merupakan janji Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang akan fokus membangun parawisata di Pangandaran.

Gubernur Selama 5 Tahun Fokus Bangun Wisata Pangandaran

Saat berkunjung ke Pangandaran, Ridwan Kamil, menegaskan, pihaknya sudah mencanangkan Kabupaten Pangandaran sebagai daerah pariwisata nomor satu di Jawa Barat. Untuk itu, pemerintah provinsi akan memberikan anggaran dengan porsi lebih untuk pembangunan pariwisata di Pangandaran.

“Selama saya menjabat sebagai gubernur, anggaran untuk pembangunan pariwisata di Pangandaran akan menjadi prioritas. Untuk tahun ini saja, anggaran sebesar Rp. 80 miliar lebih kami gelontorkan ke Pangandaran,”

“Artinya, kami serius untuk mendorong Pangandaran sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia,” kata Kang Emil–sapaan Ridwan Kamil—saat memberikan sambutan pada acara Kate Festival 2019 di Pangandaran, Sabtu (13/07/2019).

Emil menambahkan, dukungan dari pemerintah provinsi untuk pembangunan pariwisata di Pangandaran tidak hanya dari segi anggaran saja, tetapi dukungan promosi lewat lobi ke sejumlah investor pun dilakukan.

“Untuk menggaet investor agar mau berinvestasi di Pangandaran tentu harus wujudkan dulu program KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Pariwisata. Pada program KEK ini akan memanfaatkan lahan seluas 200 hektar yang ada di Pangandaran. Apabila program itu sudah terlaksana, saya yakin investor akan berdatangan menanamkan investasinya di Pangandaran,” katanya.

Untuk memuluskan program KEK agar terlaksana di Pangandaran, Emil mengaku terus melakukan lobi ke pemerintah pusat. Saat ini, kata dia, tahapan untuk mewujudkan program KEK di Pangandaran masih berproses.

“Mudah-mudahan cepat disahkan. Apabila program KEK ini sudah berjalan, tidak hanya lebih memajukan pariwisata Pangandaran saja, tetapi juga akan banyak membuka lapangan kerja baru. Dengan begitu, saya yakin nanti tidak ada pengangguran di Pangandaran,” tegasnya.

Untuk mendukung program KEK, lanjut Emil, pihaknya pun akan menggandeng investor untuk mengelola Bandara Nusawiru Pangandaran.

”Perjanjian kerjasama dengan investor yang akan mengelola Bandara Nusawiru saat ini masih dalam tahap pembahasan. Namun, apabila kerjasama ini sudah berjalan, nantinya akan dibuka rute pesawat komersial dari negara-negara ASEAN menuju Pangandaran dan rute dari beberapa kota besar di Indonesia,” terangnya. (Ntang/R2/HR-Online)