Libur 17 Agustus Digratiskan, Pengunjung Wisata Mandiri Sayang Kaak Ciamis Membludak

wisata Mandiri Sayang Kaak
Salah satu pengunjung wana wisata Sayang Kaak sedang berfoto di salah satu spot Foto di tempat wisata yang ada di Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa barat. Rabu (1/5/2018). Foto: Dokumentasi HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com).-Wana wisata Mandiri Sayang Kaak di Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat digratiskan pada Sabtu (17/8/2019). Alhasil, pengunjung pun membludak.

“Momentum 17 Agustus kita gratiskan, mudah-mudahan masyarakat senang,” ujar Ketua Pengelola Wisata Mandiri Sayang Kaak Ciamis Taufan Nugraha.

Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat Ciamis, Wisata Mandiri Sayang Kaak Ciamis digratiskan khusus hari Sabtu (17/8/2019) kemarin.

Menurutnya, kehadiran Mandiri Sayang Kaak Ciamis tak hanya untuk mencari keuntungan semata, namun keberadaan wisata yang dikelola Bumdes Hanjuang Desa Handapherang ini diharapkan mampu meningkatkan roda perekonomian masyarakat sekitar. 

“Ini sebagai bentuk sumbangsih, kita gratiskan, tapi kan banyak warga masyarakat yang jualan, mereka yang dapat untung,” ucapnya. 

Menurutnya, kendati tiket masuk di gratiskan, namun untuk masuk ke spot selfi jembatan kaca tetap bayar sesuai dengan tarif. 

“Kedepan juga momentum tiket gratis sayang kaak akan dilakukan lagi di moment moment tertentu, termasuk nanti pas hari ulang tahun sayang kaak,” jelasnya. 

Taufan mengatakan, Wana Wisata Mandiri Sayang Kaak sudah lama jadi tumpuan perekonomian sejumlah warga Handapherang, Ciamis.

Sejak dibuka pada tahun 2017 lalu, wana wisata ini mampu menyedot pengunjung dari berbagai daerah. Taufan menyebutkan ada pengunjung dari sekitar Ciamis, bahkan dari luar kota, seperti Tasikmalaya dan Bogor.

Tempat wisata di Ciamis ini kini dikelola oleh BUMDES Hanjuang Handapherang. Rencananya, wana wisata ini akan terus berbenah dan akan terus membuat inovasi baru untuk menarik lebih banyak pengunjung.

“Nantinya, kami akan  melengkapi wisata Sayang Kaak ini dengan berbagai wahana baru lagi. Diakui atau tidak keberadaan wisata Sayang Kaak di desa ini mampu meningkatkan ekonomi masyarakat,” katanya. (Jujang/R2/HR-Online)